morrie membantu saya menghilangkan sedikit rasa takut.

Saturday, May 1, 2010

waktu berlari kencang sekali akhir-akhir ini. tanpa disadari kalender sudah menunjukkan bulan ke-5. tanpa disadari sebentar lagi ujian akhir semester 6. tanpa disadari saya akan segera memasuki (mudah-mudahan) tahun terakhir perkuliahan.

banyak sekali ketakutan-ketakutan yang muncul. selain ketakutan tentang tugas akhir, ketakutan keluar dari zona nyaman yang saya tinggali belakangan ini, hal lain yang menakutkan adalah bertambah tua! entah kenapa kenyataan bahwa saya akan bertambah tua itu begitu menakutkan. akan terlalu banyak tanggung jawab yang harus diemban nantinya.

ketika berbagi dengan seorang teman yang tinggal di pulau aneh di negara seberang dia hanya bisa berkata: face it baby!
terimakasih ijonk, walaupun kamu tidak menyelesaikan masalah tapi kamu mendengarkan. hahaha

saya pun teringat buku Tuesdays With Morrie, buku bagus yang dikutip dari kisah nyata. disana ada bagian ketika Mitch Albom, sang penulis, bertanya kepada Morrie, sosok dosen yang sangat di kaguminya, "Apakah anda tidak pernah takut menjadi tua?". Morrie menjawab:

"Mitch, aku berusaha untuk akrab dengan proses penuaan. Prinsipnya sederhana sekali. Semakin bertambah usia kita, semakin banyak yang kita pelajari. Apabila usia kita tetap 20 tahun, kita akan sama bodohnya dengan ketika usia kita dua puluh tahun. Kita tahu bahwa penuaan tidak hanya berarti pelapukan, tetapi juga petumbuhan. Penuaan tidak hanya bermakna negatif, bahwa kita akan mati, tetapi juga makna positif, bahwa kita mengerti kenyataan bahwa kita akan mati, dan karena itu kita berusaha untuk hidup dengan cara lebih baik."

Mitch berkata lagi, "Kalau penuaan begitu berharga, mengapa orang selalu berkata: Ah, kalau saja aku muda lagi. Kita tidak pernah mendengar komentar: Kalau saja umurku enam puluh lima tahun."

Morrie tersenyum dan berkata, "Tahukah kau yang tercermin dari situ? Banyak orang merasa hidup ini tidak memuaskan, ada keinginan yang tidak terpenuhi. Hidup terasa tidak bermakna. Karena kalau kita telah menemukan makna hidup, kita tidak ingin kembali. Kita ingin lanjut ke depan. Kita ingin tahu lebih banyak lagi, berbuat lebih banyak lagi. Dan kita tidak sabar menunggu sampai usia kita enam puluh lima tahun. Dengar. Ada yang perlu kau ketahui. Juga oleh semua orang muda lain. Jika kalian terus bersikeras melawan proses penuaan, kalian akan selalu merasa tidak bahagia, karena bagaimanapun itu akan terjadi."

"Kita harus mencari apa pun yang baik, benar, dan indah dalam masa hidup yang sedang kita jalani. Memandang ke belakang membuat kita seperti sedang berlomba. Padahal usia bukan sesuatu yang dapat diperlombakan. Sesungguhnyalah, semua usia ada dalam diriku. Ada aku yang tiga tahun, aku yang lima tahun, aku yang tiga puluh tujuh tahun, aku yang lima puluh tahun. Aku telah melewati semuanya, dan aku menghayati yang kurasakan dalam usia-usia tersebut. Aku senang sebagai kanak-kanak ketika aku memang masih seorang anak kecil. Aku senang sebagai orang lanjut usia yang katanya bijak apabila aku memang pantas menjadi orang lanjut usia yang bijak. Kubayangkan bahwa aku bisa menjadi yang mana pun! Dalam diriku ada semua usia, dan ini terserah aku. Kau mengerti?!"

Oke. Jadi intinya nikmatilah dan temukan makna hidup ini sehingga menjadi tua tidak akan menjadi sebuah ketakutan melainkan sesuatu yang akan sangat dinanti.

3 comments:

  1. buku tuesdays with morrie emang mantap, mir!!:)

    btw gudluck untuk tahun terakhirnya...selamat bersenang2 dengan tugas akhir...:)

    ReplyDelete
  2. hahaha iyaaa ndoook. keren.
    semangat juga disana!

    ReplyDelete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS