Showing posts with label Kepulauan Seribu. Show all posts
Showing posts with label Kepulauan Seribu. Show all posts

Pulau Kelor yang Selebar Daun Kelor

Akhir pekan ingin refreshing tapi bosan dengan hiburan khas Jakarta (baca : mall)? Mungkin Kepulauan Seribu adalah jawabannya. Tidak punya waktu banyak untuk menginap? Tidak masalah. Karena ada pulau yang jaraknya lumayan dekat sehingga perjalanan pulang dan pergi bisa dilakukan di hari yang sama.

Pulau Kelor, Cipir, dan Onrust adalah tiga buah pulau yang akan kami datangi akhir pekan yang lalu. Perjalanan impulsif ini berawal dari promosi dari sebuah agen perjalanan yang menawarkan harga paket tur hanya 89 ribu rupiah saja untuk perjalanan ke tiga pulau ini. Angka yang cukup murah, mengingat terkadang jika kita main ke mall, angka yang dihabiskan bisa berkali-kali lipat dari itu. Pulau Kelor mungkin cukup familiar bagi yang sering melakukan perjalanan ke pulau di Kepulauan Seribu, misal Pulau Tidung atau Harapan, karena Pulau Kelor ini selalu kita lewati. Ingat sebuah pulau mini dengan benteng dari bata merah? Pulau Kelor that is, yang belakangan jadi terkenal karena salah satu artis ibukota yang melangsungkan pernikahannya di sana.Di pulau tersebut ada Benteng Martello yang menjadi tempat untuk memantau kapal-kapal yang akan melipir ke Jakarta. Pulau Cipir merupakan pulau yang dulunya berisi rumah sakit yang diperuntukkan untuk para jama'ah haji Indonesia. Karena di seberangnya, di Pulau Onrust, dulunya merupakan asrama haji untuk para jama'ah dari Jakarta. Jaman dulu sekali deh itu, saat kakek-kakek buyut kita pergi ke arab dengan menaiki kapal selama berbulan-bulan. Sekarang, Pulau Cipir dan Onrust dijadikan situs sejarah yang- yaah namanya juga Indonesia - sayang sekali kurang terawat.

Muara Kamal, tempat kapal yang akan kami tumpangi parkir. Karena ini perkampungan nelayan jadi yaa sangat kotor dan becek!
Lagi nangkep ikan katanya
Sekitar 20 menit berlayar, Pulau Kelor sudah di depan mata.
Baru nyadar gak ada motret benteng sama sekali kecuali yang ada 'model'nya. Haha.
Instagram-able
Dermaga di Pulau Kelor yang dibagusin gara-gara pernikahan artis ibuota.
Lihat Jakarta dari kejauhan?
Benteng Martello - ramai! Banyak yang niat banget photosession. Kita ga mau kalah. Haha.

Well, jangan mengharapkan pulau yang wah, yang bersih dengan pasir putih dan bebas sampah. Buang jauh-jauh ekspektasi itu. Walaupun begitu, merasakan sinar matahari dan menghirup udara segar setidaknya menurut saya masih jauh lebih baik dibandingkan dengan olahraga di mall. 

Halo Pulau Harapan!

Januari 2011 adalah saat terakhir saya mengunjungi pantai. Merasakan terik mataharinya hingga membuat kulit saya gosong, lalu merasakan pasir putih yang lembut di telapak kaki saya yang telanjang. Setelah mengunjungi Pulau Tidung di awal 2011, kehidupan saya dipenuhi dengan mengerjakan Tugas Akhir, sidang, wisuda, mencari pekerjaan untuk menyambung hidup (lebay), dan akhirnya ditelan rutinitas pekerjaan.

Adalah saya dan Riwe, teman kantor saya yang udah ngebet pengen liburan melihat alam. Kita pun berfikir, "udah deh ini walaupun ujung-ujungnya cuma berdua, kita tetep harus liat pantai!" berhubung kebanyakan orang kalau diajakin pasti banyaaak banget alasan dan excusenya. Tapi siapa sangka, kalau pada akhirnya orang yang terkumpul berjumlah 8 orang. Saya, Riwe, Tomi (ini teman kantor yang sipit banget ngalah-ngalahin saya - haha), Nindy (teman seperkuliahan yang saya jebak ikut padahal tadinya dia ke kosan saya di Cikarang cuma pengen minjem laptop buat TA), Niken (teman kuliah Tommy dan Riwe di ITS), Alex (teman kantor yang memutuskan ikut di H - beberapa jam), Rio (anak ITS juga), dan Weni (sahabat Riwe waktu SMA). Awalnya saya berfikir kebanyakan orang dan tidak saling mengenal bakal menjadikan liburan ini super garing. Tapi ternyata salah besar. Entah apa yang membuat kami bisa ketawa ketiwi akrab kaya udah kenal lama banget.

Kami pun menuju Utara Jakarta, Muara Angke untuk menyebrang ke Pulau Harapan. Sempet dag dig dug takut ngga keburu ikut kapal yang jam setengah 7. Di Muara Angke saya bertemu dengan tim bolang: Niken, Dance, Ferga, Ryan, Alan. Mereka adalah teman sekampus yang juga teman PhotoST yang pada akhirnya juga berhasil saya racuni untuk berubah haluan ke Pulau Harapan padahal tadinya mereka hendak kemping di Pulau Pari. *smirk. Kalau rombongan saya memang berencana liburan a la koper dengan penginapan, makanan, dsb dsb diurusin sama si bro Ilham di Pulau Harapan sana, rombongan Niken lebih memilih liburan a la Ransel. Membawa tenda, kompor dan amunisi makanan. Setelah 3 jam lebih terombang ambing di kapal, kami pun merapat di Pulau Kelapa. FYI: Pulau Kelapa dan Pulau Harapan terhubung oleh suatu jalan setapak.

"The sun is up! I'm so happy I could scream!"
(The Cure - Mint Car)

Yang paling di cari dari wisata di kepulauan seribu tentu saja: Snorkeling! Rombongan saya dan rombongan niken snorkeling menggunakan kapal yang sudah saya booking sebelumnya. Total menjadi 13 orang. Yes patungannya jadi murah. Oiya ditambah 2 orang pria yang dicurigai mempunyai disorientasi seksual (if you know what I mean).

ceritanya seorang Mira Afianti udah bisa berenang.hahaha

pemandangan di bawah sana

Spot snorkeling pertama: Pulau Genteng

Selain snorkeling, bro Ilham membawa kami ke sebuah pulau dengan pantai yang sangat indah bernama Pulau Bintang Kayu Angin. Heaven!

pantai yang super kece di Pulau Bintang Kayu Angin

 Dari Pulau Bintang Kayu Angin, kami menuju suatu tempat di tengah-tengah lautan (yaiyalah ya) yang katanya merupakan pecahan ombak. Sehingga ada bagian dangkal berpasir. Sayang saya lupa namanya apa. Selanjutnya menuju Pulau Bira. Dan terakhir berhenti di Pulau Perak, tempat geng ransel akan mendirikan tenda. Rombongan kami pun berpisah di sana.

di pecahan ombak yang lupa apa namanya

geng koper

saya punya mainan baru :D

 
sunset + ga mau pulang

Walaupun liburan kali ini a la koper, tapi uang yang dikeluarkan hanya berkisar di 200 ribuan saja. Sudah termasuk kapal Muara Angke - Pulau Harapan, Homestay AC, makan 3x dengan ikan dan seafood yang super maknyus, Snorkeling, dan Guide. Ditambah bonus banyak teman baru yang menyenangkan. CP Pulau Harapan: Ilham (081807833620). Ini seriusan tinggal ongkang-ongkang kaki semuanya langsung diberesin sama si Bro. Harga juga bersahabat banget. Recommended!

Terimakasih pantai, mentari, dan teman-teman baru yang baik untuk liburan yang menyenangkan ini! :D

terimakasih pantai, mentari dan teman-teman, untuk liburan menyenangkan ini.

walaupun awalnya terancam ga bisa ikutan, akhirnya jadi juga liburan setelah belajar mati-matian (ehm tapi bohong) demi sebuah huruf indeks nilai. dan yah, liburan kali ini sangat menyenangkan!
  • bermalam di rumah amoy di jakarta dan bangun pagi buta mengikuti arus budak-budak ibu kota menuju muara angke.
  • nyebrang ke pulau tidung. menginap di pak haji hamid yang ada biawaknya di belakang kamar. ada dua dan gede-gede pula. ditambah tulisan-tulisan sakti di dinding kamarnya. saya berjanji tidak akan berzinah. atau limit cex aut jam 8 pagi hahaha.
  • bersepedaa mengeksplorasi pulau dari ujung hingga ujung yang jalurnya hardcore.
  • nyebrang jembatan ke tidung kecil. yang ini agak ngeryh nih banyak rintangannya.
  • berenang dan lompat dari jembatan cinta. oke yang ini saya ngga ikut-ikutan tentunya. cukup nonton dibawah sambil manas-manasin.
  • ngeliat sunset tapi telat karena keasikan berenang. 
  • makan malam yang nikmat sekali seharga  Rp 2500 tapi dapet ikan bakar yang segarr. beras dan rice cooker nyulik dari rumah amoy. hahaha
  • snorkliinggg. oke yang ini jg awalnya takut2 tapi ujung2nya keasikan. ahahaha
  • tengah malem nonton acara horor gelap2an.
  • jajanan wajib: better, pop mie goreng, dan bolu mas yang kata irfan belum ke tidung kalo belum makan bolu mas.
  • semua tawa canda, kekonyolan, dan kata-kata pamungkas kita (s***p) yang selalu sukses bikin saya ngakak.
  • badai yang dilalui di perjalanan pulang yang bikin kapal terombang ambing dahsyat dan kita basah kuyup karena hujan lalu mengeluarkan seluruh hapalan al-qur'an yang terlintas :D
  • insiden bis jakarta-tasik yang kita berentiin di tol. kalo diinget-inget saya suka ketawa-ketawa sendiri jadinya. hahaha
kiri kanan atas bawah:
nindy-dona-luqman-ibun-ardiyan-ray-andaru-amoy-saya-irfan

terimakasih semuanya. terimakasih sealam semesta!