Akhirnya keinginan untuk piknik ke Bromo yang udah jadi wacana abadi sejak kuliah terwujud juga. Bermula dari kekecewaan saya yang timbul saat piknik ke
Dieng di bulan Mei, akhirnya saya merencanakan piknik kembali di bulan Juni.
Tujuan yang dipilih adalah Bromo, karena memang sudah lama sekali saya memendam rasa penasaran untuk menyaksikan sendiri pemandangannya yang konon katanya ciamik dan juga karena ada Riwe, teman saya yang rumahnya di Malang. Jadinya lumayan bisa bobo gratis. Hehe. Masalahnya, kami agak trauma dengan lautan manusia seperti yang terjadi di Puncak Sikunir, Dieng. Tapi ini Bromo, destinasi yang turis banget. Lautan manusia pasti sulit dihindari.
Tapi kemudian saya dan Riwe punya ide gila.
Gimana kalau pikniknya pas bulan puasa?
Pasti sepi, pikir kami saat itu. Siapa juga yang mau haus-hausan panas-panasan ke Bromo di bulan puasa.
Challenge accepted! Tanpa pikir panjang, kami pun beli tiket ke Surabaya. Beberapa hari menjelang keberangkatan, saya berhasil menghasut
Arif dan Bagas untuk ikut juga.
Mwahahaha patungan jip jadi lebih murah.