Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

Malang


Biasanya ke Malang paling banter cuma 2 hari, tapi kunjungan kali ini agak lama, sekitar 5 harian. Berhubung Riwe (house-mate dan teman sekantor saya di Bandung) meniqa, jadinya kantor pun tutup sementara karena semuanya pengen ikut liburan ke Malang juga. Yah maklum, prohemer-prohemer haus piknik semuanya.

Mengarungi Sungai Pekalen, Probolinggo

Saya selalu suka perjalanan piknik yang berkedok kondangan. Karena saya jadi punya alasan untuk mengunjungi suatu tempat, bukan cuma sekedar untuk jalan-jalan. Kemarin, berhubung teman saya Riwe melangsungkan pernikahannya di Malang, saya dan teman-teman sekantor (yang isinya cuma 9 orang karyawan itu) minus 2 orang pun boyongan piknik ke Malang dan sekitarnya. Seorang teman di kantor bilang kalau di Probolinggo ada rafting yang katanya terbaik se-pulau Jawa, tepatnya di Sungai Pekalen. Waduh denger kata "terbaik" itu langsung penasaran kan ya. Pas browsing liat gambar-gambarnya di Google Image kok cool juga keliatannya. Langsung deh kami memutuskan untuk memasukkan rafting ke agenda pasca kondangan.

Dan karena yang namanya rafting itu prinsipnya makin ramai makin murah, jadinya saya mengajak semua orang yang bisa diajak untuk turut serta. Pada akhirnya terkumpul 11 orang. Berasa outing 2 kantor, Myabuy dan Limakilo, plus beberapa orang teman.

Myabuy x Limakilo x Friends

Bromo, di Waktu yang Tepat

Akhirnya keinginan untuk piknik ke Bromo yang udah jadi wacana abadi sejak kuliah terwujud juga. Bermula dari kekecewaan saya yang timbul saat piknik ke Dieng di bulan Mei, akhirnya saya merencanakan piknik kembali di bulan Juni.

Tujuan yang dipilih adalah Bromo, karena memang sudah lama sekali saya memendam rasa penasaran untuk menyaksikan sendiri pemandangannya yang konon katanya ciamik dan juga karena ada Riwe, teman saya yang rumahnya di Malang. Jadinya lumayan bisa bobo gratis. Hehe. Masalahnya, kami agak trauma dengan lautan manusia seperti yang terjadi di Puncak Sikunir, Dieng. Tapi ini Bromo, destinasi yang turis banget. Lautan manusia pasti sulit dihindari.

Tapi kemudian saya dan Riwe punya ide gila.

Gimana kalau pikniknya pas bulan puasa?

Pasti sepi, pikir kami saat itu. Siapa juga yang mau haus-hausan panas-panasan ke Bromo di bulan puasa. 

Challenge accepted! Tanpa pikir panjang, kami pun beli tiket ke Surabaya. Beberapa hari menjelang keberangkatan, saya berhasil menghasut Arif dan Bagas untuk ikut juga. Mwahahaha patungan jip jadi lebih murah.