Italy Trip #5: Pisa

Saturday, May 26, 2018


Di pagi hari yang mendung itu, saya dan Dharma sudah berada di stasiun Santa Maria Novella, menunggu kereta yang akan membawa kami ke Pisa. Hari itu kami akan mampir sebentar di Pisa sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke kota tujuan terakhir di Italia, yaitu Roma. Awalnya saya kira menara Pisa itu ada di Roma, sampai pada akhirnya saya tau kalau menara Pisa itu ya ada di Pisa saat googling menyusun itinerary beberapa hari sebelum berangkat ke Italia (ketauan kan Geografi-nya jelek hahaha). Sebenernya setelah riset kilat, di Pisa tidak banyak hal yang menarik perhatian kami. Namun berhubung udah sampai di Italia, masa iya gak mampir bentar untuk liat menara miring yang dari dulu udah eksis di buku IPS jaman SD? Ya ga? 

Italy Trip #4: Florence!

Saturday, May 19, 2018


Hari ke-4 di Italy rasanya jauh lebih santai dari hari-hari sebelumnya karena kami gak perlu bangun terburu-buru untuk mengejar bus atau kereta berhubung hari itu kami akan jalan-jalan di Florence saja. Kami bangun sedikit lebih siang, jam 8 pagi, lalu keluar hostel dan mendapati bahwa ternyata gang di sekitar hostel cantik sekali; toko-toko masih tutup dan ada sinaran mentari pagi yang syahdu. Padahal, sebenarnya saya sudah 2 malam menginap di hostel itu, tapi sebelumnya karena selalu pulang malam dan berangkat subuh, saya belum pernah benar-benar memperhatikan keadaan di sekitar. 

Italy Trip #3: Cinque Terre!

Wednesday, April 18, 2018


Setelah melalui hari yang super melelahkan berisi perjalanan darat Milan - Venice, muter-muter di Venice, dilanjutkan dengan perjalanan dari Venice - Florence, akhirnya saya bisa rebahan di kasur hostel yang biasa-biasa saja di Florence. Hostel yang sebenarnya agak aneh, tapi yaudah disyukuri saja karena harganya murah dan letaknya dekat banget dengan stasiun. Saya menginap 3 malam di hostel ini, berhubung Florence adalah kota yang paling strategis buat saya untuk menginap karena; pertama - menginap di Venice mahal sekali, kedua - menginap di Cinque Terre juga mahal sekali. Kalau diibaratkan, mungkin Venice dan Cinque Terre adalah Bali, dan Florence adalah Jogja (dari segi harga dan ramainya turis). Maka dari itu, jauh lebih hemat jika saya menginap di Florence dan melakukan perjalanan tektok ke dua kota tersebut.

Italy Trip #2: Venice

Friday, April 6, 2018

Perjalanan saya menuju Venice diawali dengan drama pagi buta di Milan. Sebelumnya saya sudah membeli tiket FlixBus (bus kesayangan turis kere macam saya) dari Milan menuju Venice dengan waktu keberangkatan pukul 06:30 dari Lampugnano Bus Station yang letaknya jauh dari tempat saya menginap. Waktu cek di Google Maps, saya lihat kalau metro (kereta bawah tanah) di Milan baru beroperasi di pukul 05:40. Berdasarkan pengalaman muter-muter di Milan hari sebelumnya, saya langsung menarik kesimpulan kalau metro di Milan belum bisa diandalkan seperti tube di London yang lumayan tepat waktu (kalau pun ada telat-telat dikit pasti langsung diumumin). Saat itu tertulis, kalau saya naik metro 05:40, saya akan sampai di terminal jam 06:21. Saya cuma punya waktu 9 menit dan rasanya itu mepet banget, belum lagi kalau ngaret-ngaretnya dihitung juga. Berhubung di sana kalau ditulis 06:30 ya beneran jam segitu bus-nya jalan ga pake acara ngetem.

Long story short, karena takut telat, saya mencari alternatif lain ke Lampugnano dan Google Maps bilang kalau saya bisa naik bus dari dekat hostel jam 5 pagi. Okesip, saya pun langsung set alarm untuk bangun sekitar jam 4:30 pagi.


Italy Trip #1 : Milan!

Saturday, March 24, 2018

Beberapa hari setelah sidang disertasi, saya terbang ke Milan, kota pertama dalam perjalanan saya selama 5 hari di Italia. Setelah hiruk pikuk mengerjakan disertasi, packing, pindahan dari flat ke tempat penampungan sementara (terima kasih Vivi dan penghuni Princess Court!) karena saya resmi jadi homeless di London, saya menghadiahi diri saya sendiri dengan graduation trip part 1 ini. Saya pilih Italia karena teman saya, Riwe, yang dulu S2 di sana, sering cerita kalau Italia adalah negara yang indah, hangat, menyenangkan, dan harus banget saya kunjungi. Ditambah lagi karena saya penasaran banget pengen makan pizza, pasta, dan tiramisu di negara asalnya.

Awalnya saya merencanakan untuk solo trip saja karena teman-teman saya yang lain punya deadline disertasi yang lebih telat dari saya. Tapi ternyata, ketika saya udah beli tiket dan susun itinerary kasar, teman saya si Dharma tertarik juga ingin ikutan. Jadinya saya berangkat duluan dan Dharma menyusul 2 hari kemudian. Lumayan lah, ga sendiri-sendiri banget.


Saya sampai di Milan sekitar jam 11 siang dengan keadaan super lapar dan gemetaran karena cuma sarapan ala kadarnya di London. Begitu sampai di tengah kota Milan setelah naik bus dari airport, hal yang pertama saya cari adalah pizza untuk mengganjal perut dan asupan energi untuk jalan kaki mencari hostel yang sudah saya pesan sebelumnya.
 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS