Salzburg

Friday, September 8, 2017

I could hardly catch my breath after arriving in Sloterdijk station in Amsterdam. I should have listened to Riwe and Haris, who suggested me to catch a bus to go to the station, instead of riding the bicycle. But, riding the bicycle gave me more flexible time as I still wanted to stay at their house longer to play Uno game. That day was the first day of Eid Fitri, which we celebrated by cooking Indonesian food (me and Riwe cooked opor ayam, rendang, and sambal goreng ati that day), and inviting few friends to come along to eat and chat, such an intimate celebration in the faraway land from home. Little did I know that the station is quite far from their house, especially for a foreigner standard who does not really used to ride a bike everywhere like people in Netherland.

When we arrived, the bus that will brought me to Salzburg has not been arrived. I was relieved, although I still could feel the pain that caused by riding the bicycle too long (if you know what I mean). Couple minutes before we were still rushing to the station and I was bit afraid that the bus will left me. I can feel that all fats from rendang and opor were burning though. That was quite an exercise. Kudos to all Netherland people!

Strange statue and a giant chess-set in Salzburg.

The green Flixbus finally came. After exchanging good-byes, I boarded the bus and wanted nothing but a good sleep. The bus were packed with people. I actually prefer to ride a train, but since the cheapest option to go to Salzburg from Amsterdam is by riding the bus, I should accept the fact that I wouldn't be able to sleep properly.

So another solo journey just begun..

Hello, Brugge!

Thursday, August 31, 2017

Menuju lebaran kemarin, saya 'meliburkan' diri sendiri selama 7 hari di tengah-tengah masa disertasi. Pas pamit ke supervisor, saya sih bilangnya mau mudik lebaran, ke Amsterdam. Saya bilang kalau ada sepupu saya yang tinggal di sana, dan karena Indonesia terlalu jauh, jadi saya berlebarannya bersama mereka aja. Yak, 'sepupu' yang dimaksud itu adalah Riwe, teman serumah saya waktu di Bandung dulu. Hahaha #sungkemPakTony

Saya tiba di Amsterdam 2 hari sebelum lebaran. Dan karena bingung mau main ke mana di Amsterdam, saya ajak Riwe jalan-jalan yang agak jauh. Saya bilang kalau saya pengen ke Brugge di Belgia. Tapi pas liat di peta, ternyata jaraknya lumayan jauh dan tiket keretanya mahal, jadinya kurang worth it kalo cuma untuk jalan-jalan sehari. Tapi beberapa hari kemudian Riwe bilang kalau dia nemu Blabla Car yang jalan dari Leiden ke Brugge pulang pergi di hari yang sama, cuma 19 euro PP.  Alhamdulillah berkah anak (agak) soleh yang pas Ramadan puasa 19 jam.

Belfry of Brugge

Suatu Hari Bersama Para Alpaca.

Friday, August 4, 2017


Sebagai pemuja hewan-hewan berbulu tebal nan fluffy, alpaca adalah salah satu hewan favorit saya. Walaupun dulunya saya nggak tau se-fluffly apa makhluk yang selalu terlihat tersenyum ini, tapi kalau liat foto-fotonya yang sering wara wiri di 9gag, keliatannya sih alpaca ini uwel-able banget! Setau saya, alpaca ini gampang ditemui di daerah berdataran tinggi macam Peru, karena kan bulunya tebal banget makanya mereka sukanya di tempat yang dingin-dingin. Suatu hari saya iseng nyari tau jangan-jangan alpaca juga tinggal di Inggris, ternyata benar! Gak jauh dari London, ada peternakan alpaca. Langsung deh saya book tiket kereta dengan tekad bulat mau uwel-uwel dan peluk-peluk alpaca-alpaca lucu.

How to Pack Light!

Saturday, July 8, 2017


Belakangan ini karena lumayan sering main ke luar kota, kemampuan packing saya jadi lumayan meningkat. Dari yang tadinya level bawa carrier ke level daily backpack. Yah sebenernya karena kalo main pas lagi summer bawaannya memang lebih ringan dari winter sih, karena ga perlu bawa coat dan sweater yang tebal-tebal. Alasan kenapa saya packing seringan mungkin adalah karena biasanya saya main ke beberapa tempat yang mengharuskan saya berpindah-pindah hampir setiap hari. Rasanya kalo bawa gembolan gede jadinya ribet gitu, apalagi kalo harus bawa koper! Dengan bawa tas kecil saya jadinya bisa langsung main saat sampai di tempat tujuan tanpa harus nitip-nitip barang bawaan.

Pernah bapak penjaga hostel di Cochem nanya ke saya, "kamu kok tasnya kecil banget?". Nah di postingan ini saya akan mencoba ngeluarin isi tas saya satu per satu. 

Ramadan, Ketika Matahari Bersinar Hampir 19 Jam.

Friday, June 16, 2017

Gak kerasa, hari ini adalah hari ke-20 Ramadan. Sekarang sudah jam 7:30 PM ketika saya menulis ini, tapi buka puasa masih 1 jam 51 menit lagi! Haha. Daripada gabut nungguin maghrib yang makin ditungguin makin kerasa lama, saya jadi pengen cerita-cerita dikit tentang berpuasa di Inggris.

Situasi sahur, menjelang exam.
 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS