Another Review : The Catcher in The Rye

Monday, April 30, 2012

Berkaitan dengan buku yang saya baca beberapa waktu yang lalu, The Perks of Being a Wallflower, di dalamnya diceritakan bahwa sang tokoh utama - Charlie, sering membaca buku-buku bagus yang direkomendasikan oleh guru bahasa inggrisnya. The Catcher in The Rye ini salah satunya. Saat iseng main ke salah satu toko buku di bilangan Senayan saya menemukan buku ini, cukup catchy dengan covernya yang berwarna oranye dan tanpa pikir panjang langsung saya beli. 

Buku ini diceritakan dalam bentuk monolog oleh si tokoh utamanya - Holden, yang orangnya sarkas sekali, selalu skeptis dalam memandang banyak hal. Selain sarkas, dia juga pikirannya dipenuhi oleh pikiran-pikiran negatif mengenai society, lingkungan di sekelilingnya. Holden, sama seperti saya, benci sekali dengan orang-orang yang 'phony' (kata yang muncul sering sekali di buku ini), yaitu orang yang suka bermanis-manis di hadapan orang banyak tapi di belakang tau sendiri deh. Dan segala ke-sarkas-an Holden mengenai society, entah kenapa saya juga setuju. Sindiran-sindirannya cerdas sekali.

Buku ini berisi banyak kata-kata kasar yang bertebaran bagai jamur di musim penghujan, ngga heran kenapa buku ini sempat dilarang beredar. Dan ternyata buku ini banyak dibaca oleh penjahat-penjahat kelas kakap. Mark Chapman misalnya, si pembunuh John Lennon itu (baca di sini). Mungkin karena emosi dan kemarahan di dalam buku ini kental sekali. Lelah sekali rasanya membaca buku ini walaupun bukunya tipis dan hanya berisi perjalanan Holden selama beberapa hari di New York setelah dikeluarkan oleh sekolahnya. Mungkin karena emosi dan amarah Holden yang terlalu meluap-luap, depresi mendadak, dan kelakuannya yang persis orang sakit mental. Namun dibalik itu semua, Holden cukup baik sebenarnya. Bisa dilihat dari sifatnya yang gampang terharu, dan lembut sekali kalau udah berhadapan dengan adik bungsunya. 

Setelah menyelami buku ini selama 2 minggu diantara pilihan galau pengen tidur sepulang ngantor atau menamatkan buku ini, saya menyatakan setuju bahwa buku ini termasuk di daftar 1001 books you must read before you die.

1 comment:

  1. kayaknya mir, setiap aku baca blog/tumblr mu jadi pengen beli buku yang banyak :'|

    ReplyDelete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS