Kelok 9 dan Lembah Harau


Melanjutkan perjalanan roadtrip Sumatera Barat di akhir tahun 2014 kemarin, persinggahan selanjutnya adalah kota Payakumbuh. Jaraknya masih tidak terlalu jauh dari Bukittinggi. Jadi untuk yang berencana muter-muter Sumatera Barat, bermalam di Bukittinggi adalah pilihan yang tepat karena jaraknya yang lumayan strategis ke kota-kota sekitar.

Ada apa di Payakumbuh? Salah satu objek wisata lagi booming adalah jalan layang kelok 9. Jadi dulunya, kelok 9 ini adalah jalan sempit yang berkelok-kelok sebanyak 9 kali. Jalanan sempit ini adalah jalanan yang menghubungkan Sumatera Barat dengan Provinsi Riau. Karena jalur ini cukup sibuk dan juga agak bahaya dan rawan, dibangunlah jalan layang yang lebih lebar untuk menghubungkan dua provinsi ini. Dulu waktu saya masih kecil, kami sekeluarga pernah melewati jalur ini sebelum jalan layang dibangun. Karenanya, kami semua penasaran pengen liat kelok 9 yang baru.

Sampai di sana langsung melongo melihat jalan layang yang sangat tinggi dan megah, dengan pemandangan di sekitarnya yang luar biasa kece. Bukit-bukit, air terjun di pinggir jalan raya, hingga sungai jernih yang mengalir di bawahnya. Sayangnya, namanya juga di Indonesia, tiap ada tempat yang agak ramai sedikit pasti deh langsung banyak dibangun warung-warung dadakan yang lumayan merusak pemandangan.



Tinggi sekali 


 What a view! Kayaknya seru sepedahan di sini.


Kelok 9 difoto dari titik tertinggi, lihat sungai di bawah, dan warung-warung di kiri -_- 

Jalanan kecil di bawah itu adalah jalur kelok 9 yang lama. Masih bisa dipergunakan. 


Puas menjenguk kelok 9 dan foto-foto narsis (haha), perjalanan pun dilanjutkan ke Lembah Harau. Masih di sekitar kota Payakumbuh letaknya. Lembah Harau adalah sebuah tempat yang terletak di lembah (you don't say), dengan bukit-bukit tinggi terjal yang mengelilinginya. Pemandangannya mengingatkan saya akan pemandangan bukit-bukit karst di Hoa Lu, Vietnam. Suasananya peaceful sekali. Matikan pendingin mobilmu, turunkan kaca jendela, dan rasakan angin sepoi-sepoi khas lembah sambil menyegarkan mata dengan pemandangan ijo royo-royo. Di Lembah Harau ini ada banyak air terjun, tapi hanya dua yang kami kunjungi. Selanjutnya, biarlah foto-foto ini yang bercerita. *padahal males nulis

Menuju Harau 



Salah satu air terjun di pinggir jalan 



Typical view of Harau 

Di tebing itu juga ada air terjunnya 

Banyak yang piknik 



 Menjauh sedikit dari keramaian, dapat view begini :D


Lagi-lagi warung. 


Perjalanan pulang. Di Harau ini banyak homestay kece untuk bermalam. Suatu hari saya akan kembali lagi! 


Sayonara, Harau!

8 comments

  1. Subhanallah, jadi makin kangen sama Padang! ♥Btw, aku suka foto-foto air terjunnya deh, Mirrr. Keliatan smooth banget foto airnyaa dan emang kece backgroundnya juga yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa emang bagus si air terjunnya tinggi banget Zuu :D

      Delete
  2. subhanallah jadi pingin kesana nih

    ReplyDelete
  3. Mira, itu ngambil foto Kelok 9 dari dalam mobil atau gimana? atau memang ada tempat buat berhenti dan ambil foto? Ah warung... memang sih masyarakat setempat jadi punya penghasilan tambahan. Tapi semakin banyak warung biasanya berbanding lurus dengan semakin banyak sampah. Di situ kadang saya merasa sedih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kebanyakan sih dari mobil.. Tapi ada yang sempat berhenti sebentar trus turun. Pas lagi sepi sih.
      Nah iya, orang Indonesia harus revolusi mental dulu nih buat bisa ngejaga kebersihan. Ada warung sebenernya menguntungkan soalnya, gampang nyari makan atau minuman.

      Delete
  4. Wahhhh bikin iri nih.. kapan ya bisa berfoto di kelok sembilan??

    ReplyDelete
  5. sumpah, jembatan kelok 9 keren banget, perpaduan antara arsitektur unik dan alam yang keren. pengen banget rasanya kesana

    ReplyDelete
  6. wah keren sist perjalanannya :)

    ReplyDelete