Sabaidee, Laos!

*) Sabaidee = hello!
Now you know how to greet people in Lao
--
Dulu sama sekali nggak tertarik untuk mengunjungi Laos. Mungkin karena namanya yang kurang populer jika dibandingkan tetangga-tetangganya seperti Thailand, Vietnam, atau bahkan Kamboja. Tapi karena kemarin lagi pengen liburan bareng house-mate (perasaan pengen liburan terus) yang sebentar lagi akan melepas masa lajangnya dan bingung menentukan destinasi yang belum pernah dikunjungi dengan biaya yang terjangkau, akhirnya tercetuslah Laos.

Patuxay Momument, Vientiane. 

Laos memang nggak punya pantai, tapi ternyata banyak sekali aktivitas asik yang bisa kita lakukan di sana. Setelah mengunjungi Laos, saya bisa dengan pede bilang kalau negara ini adalah negara tujuan favorit saya di Asia Tenggara sejauh ini (padahal ke Singapura dan Brunei belum pernah). Ini murni preferensi pribadi, karena Laos adalah surganya kegiatan outdoor yang  berbau alam! Meski semua negara-negara di Asia Tenggara yang pernah saya kunjungi selalu seru dan keren dengan cara yang berbeda, tapi entah kenapa perjalanan ke Laos kemarin ini rasanya paling berkesan. Salah satu faktornya mungkin karena perjalanannya ditemani teman-teman yang asik (cieee..)

Postingan ini akan membahas tentang gambaran umum perjalanan ke Laos kemarin.

How to Get There?
  • Naik pesawat dari Jakarta ke Kuala Lumpur, lalu lanjut Kuala Lumpur - Vientiane. (opsi yang saya pakai)
  • Naik kereta dari Udon Thani, Thailand
  • Naik kapal dari Thailand ke Luang Prabang, menyusuri Sungai Mekong
  • Naik pesawat dari Hanoi ke Luang Prabang
  • Naik pesawat dari Bangkok ke Luang Prabang
Banyak sekali cara menuju Roma Laos. Wah kalau dirunut semuanya bisa 7 hari 7 malam nulisnya. *krik

What to Visit?

Kami mengunjungi dua kota yang paling beken di Laos; Luang Prabang dan Vang Vieng. Vientiane yang merupakan ibu kota dari Laos hanya kami singgahi beberapa jam saja sebelum berpindah ke Vang Vieng karena waktu browsing kelihatannya kota ini tidak begitu menarik.

Vang Vieng

Tiap sore di Vang Vieng

Vang Vieng adalah kota party! Di sana biasanya turis-turis seharian tubing atau kayaking di sungai Nam Song sambil sesekali berhenti di bar yang ada di sepanjang sungai untuk mabuk dan party. Bahkan hostel saya di Vang Vieng menyediakan whisky gratis yang efeknya: party all night long! Satu lagi fenomena di Vang Vieng, kamu kayak dianggap belom ke Vang Vieng kalo belum ke Sakura Bar dan beli tank top nya. Soalnya pas di Vang Vieng banyak banget turis yang pakai tank top bertuliskan Sakura Bar dan biasanya wara wiri dengan keadaan mabok. Kami penasaran banget bar itu di mana tapi sampai detik ini kami belum berhasil menemukannya. Selain Sakura Bar, kaos yang hits di kalangan turis adalah kaos bertuliskan Beer Lao. Kami juga jadi pengen bikin versi syariahnya deh, Mineral Lao.

Bar di pinggir sungai. Ajep ajep all day long.


Kayaking di Nam Song River

Blue Lagoon - yang sebenernya cuma kayak selokan jernih nan dalam.

Terlepas dari hiruk pikuk party dan permabokan, Vang Vieng itu asik banget buat kalian yang suka petualangan. Kemarin kami ikut day tour satu hari yang aktivitasnya lengkap, dari mulai Tubing di underground river menyusuri gua super gelap, Kayaking 20 km di sungai Nam Song, lanjut Flying Fox estafet 7 track, dan diakhiri dengan leyeh-leyeh di Blue Lagoon. Puas lah pokoknya mainan air dan beraktivitas ekstrim seharian. Selain itu, aktivitas lain yang digemari di sini adalah leyeh-leyeh di restaurant pinggir sungai sambil nonton serial  Friends yang selalu diputer berulang ulang. 

Leyeh-leyeh nonton Friends

Luang Prabang

Sehabis dari Vang Vieng yang gersang, berdebu, dan kurang beradab (karena orang mabok di mana mana), Luang Prabang terlihat sangat santun. Kalau Vang Vieng itu diibaratkan jadi Kuta, Luang Prabang adalah Ubud. Cuacanya lebih dingin, kotanya yang dianugerahi label World's Heritage oleh UNESCO benar-benar rapih karena gedung-gedung tuanya terawat dan bahkan papan nama semua penginapan diseragamkan. Pagi hari ada ritual ngasih makan ke biksu. Udah deh, langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Oiya di Luang Prabang banyak air terjun dan perkampungan suku-suku tradisional Laos. Selain itu yang nggak boleh ketinggalan adalah : Night Market! Tempat yang selalu kami kunjungi setiap hari untuk buang-buang Kip #horangkayah #padahalnawarsampebego

Alms giving ceremony, Luang Prabang

Just a common view in Luang Prabang

Utopia Bar, Luang Prabang

Jadi kemarin rutenya : Jakarta - Kuala Lumpur - Vientiane - Vang Vieng - Luang Prabang. Dari Luang Prabang kami lanjut pindah negara nyebrang ke Hanoi. Tadinya mau jalan darat, tapi setelah tau jarak tempuhnya 30 jam lebih, oke bye kami naik pesawat aja.

Itinerary!

Bisa disimak di bawah ini:

click to enlarge

What to Eat?

Makanan di Laos sejauh ini masih jauh lebih mendingan dari pada Myanmar. Sarapan gratisan dari hostel biasanya Baguette dengan scramble egg. Baguette biasanya bisa diambil sepuasnya. Makanan yang pasti selalu ada di rumah makan adalah noodle soup atau pun mie goreng ala ala pad thai-nya thailand. Enak.

Sarapan di hostel Alhamdulillah.

Noodle soup dan Pad Thai. Enaaa.

Makanan khas Laos bernama Larb, yaitu berupa cincangan daging (bisa babi, ayam, atau ikan) dicampur dengan berbagai herbs yang wangi, agak mirip daun kemangi. Rasanya segar. Buat yang muslim saya saranin buat makan Larb di Luang Prabang, tepatnya di Wat That Restaurant, the one and only Halal Restaurant in Luang Prabang (di Vang Vieng kami nggak nemu). Si empunya adalah orang Malaysia yang menikah dengan orang Luang Prabang. Wah, dia pasti akan girang banget menjamu orang Indonesia dan akan ngajak ngborol terus pakai bahasa Melayu.

Larb

Bareng empunya Wat That Restaurant, Luang Prabang

Where to Stay?

Hostel-hostel yang saya inapi:

Chillao Youth Hostel, Vang Vieng
Deket ke mana-mana, sarapannya enak, kamarnya luas (kemarin pilih yang private, pas liat yang dorm keliatannya sih kecil), dan free whisky, kalau kamu suka. Setiap malam di bawah selalu ada party party.

Party party di Chillao Youth Hostel

Sieng Khen Lao Guesthouse, Luang Prabang
Nginep di sini dadakan karena tadinya mau naik bis malam ke Luang Prabang tapi ternyata rencana berubah, sore hari kami sudah sampai di Luang Prabang dan harus menginap. Random masuk ke hostel pertama yang kami datangi dan harganya lumayan murah. Kamarnya enak banget, deluxe! Mbak-mbak resepsionisnya juga baik banget. Pilihan sarapannya banyak, deket kemana-mana, recommended bangetlah.


Penginapan paling idola

Kounsava Guesthouse, Luang Prabang
Katanya hostelworld sih ini #1 hostel se-Laos. Tapi, hmmmm biasa aja. Gak terlalu bersih. Point plusnya cuma karena lokasinya oke, murah, dan resepsionisnya fasih berbahasa Inggris. Udah gitu aja.

So, how much should I prepare?



Berikut hitung-hitungan saya sebelum berangkat. Di kenyataannya budget jadi lumayan bengkak karena.... kita belanja banyak! Hahaha. Terutama di Night Market Luang Prabang.

Note :
1 Kip = 1.62 Rupiah

Rupiah - Kip - US Dollar

Intinya, sama seperti negara Indochina lainnya, Laos hitungannya masih tourist-friendly dari segi biaya. Tips biar murah sih, bawa lauk laukan kering dari Indonesia kayak abon atau kering tempe karena akan sangat menghemat budget untuk makan. Jadinya gak perlu sering-sering makan di restoran. Nasi putih bisa didapatkan di mana saja dengan mudah.



Segitu aja sih kayaknya perkenalan tentang Laos, cerita lebih runut di tiap kota akan disambung kapan-kapan yaa :)

Kob Chai! *
*) thank you in Lao

6 comments

  1. Seru banget Miraa.. Dah lama penasaran sama Laos nih :D

    ReplyDelete
  2. ketjehhhhh. Ini pakai kamera ricoh kah mba mira ?

    ReplyDelete
  3. wahhh... seru ya Mir! Semoga pas Juli ke Kamboja bisa mampir Laos sekalian... still have no fixed plan. haha.. *bookmarked!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus ke Laos, mas! Kamboja garing ah cuma liat2 candi doang :P

      Delete