UJUNG GENTENG, THE BEST TRIP THAT I'VE EVER HAD!

Monday, November 10, 2008

saya dan beberapa teman memang sudah merencanakan perjalanan backpacking ke Ujung Genteng sejak awal. Selesai UTS Alstrukdat yang memuakkan (jangan tanyakan saya apa soalnya), kami berkumpul untuk merencanakan keberangkatan besoknya, berbekal informasi dari sebuah blog di internet dan sebuah peta. Kami mengestimasikan dana sebesar Rp. 250.000, dengan uraian Rp. 75.000 untuk ongkos PP, Rp. 50.000 untuk makan, Rp. 50.000 untuk penginapan, Rp. 50.000 untuk ongkos wisata, dan selebihnya untuk biaya tak terduga.

Kamis, 6 NOvember 2008 Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 10.30 ketika bus jurusan Bandung-Sukabumi berangkat dari terminal. Ongkos sebesar Rp. 15.000, kita berlima; saya, nindy, imam, amoy dan ray duduk dipaling belakang. Sepanjang perjalanan banyak sekali orang naik dan turun, dan kaki kami pun terhimpit oleh barang-barang bawaan penumpang yang berjibun.

Pukul 14.00 kami pun sampai di Terminal Degung, SUkabumi. Dari Sukabumi, kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Surade, sekitar 108km dari sukabumi. Untuk mencapai ke SUrade, kami harus ke Terminal Lembur Situ yang lebih kecil, untuk kesana, cukup mengeluarkan uang Rp. 4.000 naik angkot berwarna kuning dari terminal besar.

Ada kejadian lucu di Terminal Lembur Situ. Begitu kami keluar dari angkot, sekitar 7-10 orang menyerbu kami sambil berteriak. "bis.. biss.." atau "ELEP.. ELEP.. naik ELEP aja.". tangan kami ditarik-tarik, didorong, dorong, berasa artis lah pokoknya. Dan setelah berembuk, kami memutuskan untuk naik bis MGI ke Surade dengan ongkos Rp.20.000. dan ternyata 'ELEP' yang dimaksud calo-calo tadi adalah 'ELF' yang dilafalkan dalam bahasa sunda. ELF adalah bus yang lebih mini, namanya "Dewa Laut", gaul abis. hahahaha

Perjalanan ke Surade sungguh luar biasa, tikungan-tikungan curam kanan kiri jurang membentang. Saya tidak menyangka perjalanan akan sejauh itu. Saya sempat ngobrol dengan Pak Haji Arso yang duduk disebelah saya. LUuayan lah dapat beberapa info tambahan tentang penginapan.

Akhirnya sampai di Surade pukul 17.45, Surade, seperti yang saya bayangkan hanyalah kota yang kecil, dan letaknya sangat terpencil. Surade-Ujung Genteng tinggal 22km lagi, tapi angkot menuju Ujung Genteng hanya sampai pukul 16.00 saja. Kami ditawari untuk naik ojek tapi kami langsung menolak karena mahal. Kami beristirahat di mesjid dan memutuskan untuk menginap disana. Tapi, alih-alih memberikan izin untuk menginap, si bapak penjaga mesjid malah menawarkan rumahnya untuk kami menginap. Alhamdulillah, senang rasanya masih ada orang baik di dunia ini. hehehehe. cowo-cowo menginap dirumah penjaga mesjid, saya dan nindy menginap dirumah pak muchyar, tetangganya. Pak Muchyar adalah seorang bapak yang sudah tua yang baik hati dan ramah sekali. Kami banyak berbincang-bincang dengannya.

Malamnya kami makan nasi padang, lalu berjalan kaki menuju apotik. Bang Bram, teman saya yang sudah pernah ke Ujung Genteng dan Pak Haji Arso yang saya temui di bis sudah mewanti-wanti agar kami meminum pil kina anti malaria sebelum ke Pantai, karena banyak nyamuk Malaria disana. Surade pukul 7 malam sama dengan Bandung pukul 2 pagi! sunyi sekali.


Jum'at, 7 November 2008

Pukul 6 pagi kami memutuskan untuk ke Curug LUhur di Cikaso. Kata Pak Muchyar Curug LUhur lumayan dekat, 12 km dan katanya bisa dicapai dengan berjalan kaki mengingat tidak ada angkot dan ojeklah alternatif lain. Kami pun memutuskan untuk berjalan kaki. Sepanjang jalan kami melewati jalan di perkampungan yang becek, sawah-sawah, sampai akhirnya menyusuri Jalan Raya, setiap orang yang kami temui pasti mengatakan "wah, curug luhur, masih jauuuhhhhhh", seakan-akan setiap huruf H yang diucapkannya berarti 2 km perjalanan. dan akhirnya setelah 3 Jam berjalan, sekitar 8 - 10 km kami menemukan papan bertulis "Curug LUhur Cikaso" tapi ternyata perjalanan belum usai. Setelah membayar retribusi Rp. 2.000, kami diharuskan memilih naik perahu atau berjalan untuk menuju curug tersebut. kami memutuskan untuk jalan kaki saja karena Perahu harganya Rp. 70.000, tidak terjangkau oleh kocek kami.

Trek yang kami tempuh kali ini sangat menantang karena melewati pematang sawah yang licin. saya sampai tercebur ke dalam sawah. Benar-benar tak terduga. Pada akhirnya kami sampai di semacam hutan dan mulailah terdengar gemuruh air yang besar. Akhirnya kami pun sampai. Lelah yang terasa selama 3 jam perjalanan terbayar sudah melihat air terjun yang luar biasa indah itu. Air sangat deras sehingga tubuh kami basah kuyup. Kami pun melepas lelah sembari bermain air.


Pulang ke Surade kami menumpang mobil pick-up. Wah senang sekali rasanya mendapat tumpangan yang akhirnya kami dapatkan setelah menunggu sejam. Baru kali ini saya merasa amat senang kalo melihat ada mobil yang melintas.

Seusai sholat jum'at, kami berpamitan dengan pak muchyar untuk melanjutkan perjalanan ke Ujung Genteng. Kami memutuskan untuk langsung menuju pantai pangumbahan dan langsung menginap disana supaya bisa melihat penyu bertelur dimalam hari. Pangumbahan berjarak sekitar 4 km dari Ujung Genteng dan kata pak Muchyar hanya bisa ditempuh dengan Ojek atau berjalan kaki. Beruntung angkot yang kami tumpangi mau mengantarkan kami langsung ke Pangumbahan. Jalan Surade-Ujung Genteng amat mulus, tidak sampai satu jam kami sudah sampai di Ujung Genteng. Tapi Ujung Genteng - Pangumbahan seperti trek Off road. Saya amat salut dengan supir angkot itu. berkali kali mobil masuk ke kubangan lumpur. Diiringi lagu Rhoma IRama dari tape angkot, kami pun sampai ke Pangumbahan dengan selamat. Ongkos Surade-Pangumbahan sebesar Rp 13.000.


Pantai pangumbahan indaah sekali, Jangan bayangkan bali, karena pantai ini serasa pantai pribadi. hanya kami wisatawan yang ada pada saat itu. kami menginap di penangkaran penyu, Rp 30.000 untuk 5 orang. Tapi jangan berharap kamar yang nyaman. Kami hanya disediakan aula terbuka dimana kanan kirinya adalah hutan bakau. Nyamuknya ganas sekali, lotion anti nyamuk sekalipun tidak mempan. Akhirnya kami pindah dan tidur di musholla.


Sekitar pukul 21.00 kami ke pantai melihat penyu bertelur. Don't make a move! atau mereka akan kembali ke pantai. Paginya kita ikut melepaskan sekitar 1000 tukik, asik berarti saya ikut andil dalam pelestarian penyu! hahahaha. lalu kami berjalan kaki ke Ujung Genteng. Kami menyusuri pantai dan rasanya lelaaah sekali. Panas menyengat dan langkah yang berat karena berjalan diatas pasir. Tapi pemandangan yang didapat luar biasa indah. Pantai aquarium yang jernih dimana kita bisa melihat dasarnya. setelah sekitar 3 jam berjalan kami pun sampai ke Ujung Genteng.



Tukik tukik kecil..



Pantai Aquarium

Perlu diketahui, Ujung Genteng merupakan daerah sengketa. Ada beberapa daerah yang tidak boleh dimasuki umum karena merupakan daerah AURI. Ujung Genteng juga terlihat sangat sepi. Tidak seperti daerah wisata pada umumnya. Sebenarnya kami pengen beli ikan di tempat pelelangan, tapi sudah tutup karena sudah siang. Kami langsung menuju mesjid di Ujung Genteng untuk mandi dan istirahat. lengket sudah badan ini sudah lebih dari 24 jam tidak mandi. hihihihi. seusai mandi kami memutuskan untuk kembali ke Bandung.


Pangkalan Auri
Berangkat dari Ujung Genteng pukul 12.00, kami sampai di Bandung sekitar pukul 21.30. perut sudah meronta-ronta kelaparan. Kami memutuskan untuk makan besar di Cie Rasa Loom Buah batu.

Ternyata perjalanan backpacking kali ini membutuhkan dana yang lebih sedikit dari estimasi. karena tidak mengeluarkan uang untuk penginapan. Begitu banyak pengalaman yang saya dapatkan pada perjalanan ini, pokoknya the best trip that i've ever had lah!


MORE PHOTOS: CLICK HERE!

7 comments:

  1. sumpeeeehhhh kerenn!! kebayang...hehehehe foto2 pas diserbu nyamuk kok nda ada?pdhl pasti seru tuh heheehehe

    ReplyDelete
  2. Hi hi..
    company ku juga prnah foto pr wedding disana, dan the coupl said that was a great experience dan mereka seneng bgt liat hasil2nya.. kalo mau liat ini ada cth foto2nya di DA ku.. cm 3 siyh.. kbetulan aku yg edit tapi ga ikut kesana hiks2.. krn itu cm tugas fotografer
    http://madebymita.deviantart.com/art/Juarni-Anda-1-95949783

    ReplyDelete
  3. suka tukik2nya :) beside merekanya emang lucu, kmu anglenya ajaib ihihihihi suka...

    ReplyDelete
  4. ah non segth nya....

    tuh daerah ane he... idah ga????

    tarmah klo ak jadi bupati tow wapres d bangun jalan tol deh dari lembur situ pe srd....
    ehm... ko ga k air terjun cigangsa?? pdahal idah banget dkt ko marmh ak... dari terminal surade cma 2 km kurang...tarmah klo mo k surade kontek az ak cz kurang lebih tau tempat2 indahnya... gratis alias ga di pungut biya2 hahaha

    ReplyDelete
  5. bisa naik bis tanggung kayak metro mini gitu gak ke daerah2 wisata disana??

    ReplyDelete
  6. seru banget,, lumayan untuk referensi gue :D kalo sempet mampir ke blog gue :D

    ReplyDelete
  7. terimakasih atas kunjungannya..,

    kami tunggu kedatangannya lagi dan kami menawarkan harga untuk menginap di hotel kami harga dari mulai 600rb per 2 kamar, livingroom, branda, wash room, dan breakfast.., kapasitas
    8 orang.... silahkan kunjungi www.turtlebeachesresort.com
    atau hub 085860555177
    thanks

    ReplyDelete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS