Alexander Supertramp

Wednesday, August 5, 2009


"When you want something in life, you just gotta reach out and grab it."
(Alexander Supertramp)

Saya baru saja selesai menonton film Into The Wild tadi malam, film ini di rekomendasikan oleh seorang teman saya bernama ciplax. Durasi filmnya cukup lama sekitar 2,5 jam dan itu membuat saya tidak pernah selesai menonton film itu dan terus saya pending nontonnya. Teman saya satu itu selalu bertanya "mir, uda lo tonton blom filmnya?" setiap saat setiap bersua di dunia maya. Karena saya penasaran akhirnya saya paksakan juga melototin layar monitor untuk menyelesaikan film itu. Dan it just like WOW! Benar-benar tidak menyesal saya menonton film itu.

Film Into The Wild menceritakan tentang kisah seseorang bernama Christopher McCandless, seorang pria cerdas yang baru saja lulus dan mendapat gelar sarjana. Chris adalah sosok yang sangat idealis sekali, ia bahkan menolak mentah-mentah mobil baru yang dihadiahkan oleh ayah dan ibunya sebagai hadiah wisudanya dan ia juga mendonasikan sebagian besar dari uang tabungannya yang tadinya akan digunakan untuk biaya kuliah S2. Ayah dan ibunya adalah figur pasangan sukses dan harmonis dilingkungan sosialnya, namun Chris begitu membenci mereka berdua yang menurutnya hipokrit serta penuh kebohongan dan kemunafikan. Chris lalu pergi bertualang, menyendiri meninggalkan lingkungan sosial yang selalu dibencinya. Menurutnya modernisasi membuat individu menjadi tidak manusiawi. Masyarakat dianggapnya lebih banyak mengekang kebebasan individu, hingga mengatur bagaimana caranya hidup. Kondisi seperti itulah yang dialami Chris dengan keluarganya.
”Rather than love, than money, than faith, than fame, than fairness... give me truth.”

Impian Chris adalah hidup di hutan Alaska. Ia pun mulai berkelana, dari mulai menumpang di keluarga hippies yang sudah dianggapnya sebagai keluarga, bekerja di ladang gandum, menumpang kereta api, mendayung kayak di sungai Colorado, hingga bekerja di Burger King. Chris pun mengganti namanya menjadi Alexander Supertramp.

Setelah 2 tahun berkelana, akhirnya Chris sampai di Alaska, tanah impiannya. Disana ia menemukan bis tua dan ia pun mulai hidup disana menikmati kesendiriannya. Namun malang datang ketika musim dingin tiba. Tidak ada hewan untuk dimangsa, Chris pun sangat kelaparan karena sudah berhari-hari tidak makan. Ia pun mencoba melihat tanaman-tanaman liar lalu memakannya berdasarkan petunjuk buku guide. Tapi ternyata Chris salah melihat petunjuk dan malah memakan tanaman yang beracun. Chris pun terkapar tak berdaya di bis tua itu lalu menghembuskan nafas terakhirnya di tanah impiannya, Alaska.



2 hari setelah kematiannya, mayat Chris ditemukan. Foto diatas adalah foto selfportrait yang ditemukan di kamera Chris yang belum di proses.
Alexander Supertramp dan kisah hidupnya sangat menginspirasi banyak orang. Soundtrack film ini digarap oleh Eddie Vedder, vokalis dari Pearl Jam, soundtracknya juga bagus-bagus. Beberapa quote yang saya suka dari filmnya:

“So many people live within unhappy circumstances and yet will not take the initiative to change their situation because they are conditioned to a life of security, conformity, and conservatism, all of which may appear to give one peace of mind, but in reality nothing is more dangerous to the adventurous spirit within a man than a secure future. The very basic core of a man’s living spirit is his passion for adventure. The joy of life comes from our encounters with new experiences, and hence there is no greater joy than to have an endlessly changing horizon, for each day to have a new and different sun.”— Chris McCandless

"I’ll miss you too, Ron. But you're wrong if you think that the joy of life comes principally from human relationships. God's placed it all around us. It's in everything. It’s in anything we can experience. People just need to change the way they look at those things."


"HAPPINESS ONLY REAL WHEN SHARED"


1 comment:

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS