CGK - TJQ

Yak, salah satu hasil dari hobi baru saya : berburu tiket promo, adalah tiket promo Jakarta - Tanjung Pandan (PP) dari sebuah maskapai dengan harga 267 ribu saja. Jadi kalau ada obrolan-obrolan kanan kiri yang ngomong "gilee Mira tajir amat jalan muluk banyak duitnya", mungkin orang-orang itu kurang rajin membuka situs-situs maskapai penerbangan Indonesia. Berbekal tiket itu, saya pun menyambung perjalanan saya ke Belitung, setelah 5 weekend sebelumnya berturut-turut dihabiskan di 5 daerah berbeda : Papua, Cikarang, Yogyakarta, Bandung, dan Medan. Mulai kerasa lelahnya saya wara-wiri sana-sini.

Meskipun bukan fansnya Andrea Hirata, tapi Pantai Tanjung Tinggi tempat syuting Laskar Pelangi ini rasanya memang wajib dikunjungi.

Pantai Tanjung Tinggi, dulu si Mahar, Ikal dkk duduk-duduk di sini jg kali ya
Pantai Tanjung Kelayang, Oh Irony....
 
Tapi, yang namanya liburan memang gak selamanya melulu diisi dengan hura-hura, karena mau gak mau, seperti yang namanya hidup yang bak roda pedati (cailah), kadang-kadang yang namanya liburan pasti adaaa aja apesnya. Seperti yang saya alami di perjalanan ke Belitung kemarin. Hal-hal apes yang saya alami antara lainnya:

1. Dompet hilang.
Tips penting : Jangan pernah bawa dompet lengkap ketika bepergian. Maksudnya yang berisi ATM, KTP, Asuransi, SIM, Credit Card, dsb dsb. Hal ini selalu saya perhatikan karena ini penting sekali. Kita gak akan pernah tau apa yang akan kita hadapi. Kemarin, dompet saya hilang secara mistis di Belitung. Mungkin kececer atau jatuh. Tapi untungnya (dasar manusia, udah sial masih aja ngomong untung), dompet yang hilang adalah dompet receh yang isinya hanya sedikit uang dan KTP. Untungnya (lagi) saya selalu mengusahakan untuk meninggalkan ATM ketika berlibur, agar terbiasa tidak boros terutama saat beli oleh-oleh. Dan tips penting lainnya : jangan pernah menyimpan uang di dalam satu tempat, karena ketika hilang, kita masih punya cadangannya. Taruh di beberapa tempat seperti saya sehingga ketika dompetnya hilang jadi gak sedih-sedih amat. Eh sedih sih, tau sendiri lah birokrasi di Indonesia kayak apa dan ngurus KTP itu bukan hal yang mudah. Huft. Lain kali kayaknya lebih baik lagi kalau KTP ditaruh di tempat yang aman di tas, dan cukup bawa fotokopiannya aja di dompet. Noted.

2. Anting hilang sebelah.
Pasti pas lagi berenang, pasti. Ada yang komentar : lagian sih, liburan pake anting. Ya mau gimana lagi, masalah kebiasaan ini mah.

3. Jam tangan rusak
Air laut Belitung kayaknya dahsyat deh. Jam saya jadi mati total. Padahal biasanya dibawa berenang jg tetap strong. Nasib ya nasib.

4. Snorkel sewaan hilang satu.
Sepertinya kebawa ombak saat lagi leyeh-leyeh di pantai. Terpaksa ngeganti deh patungan.

5. Cuaca Buruk
Do not visit Belitung on January - March. Bahkan hotel tempat saya menginap memberikan promo diskon 15% di Januari - Maret. It's so cloudy, and windy, and might be raining on unexpected time. Dan saya gak pernah liat laut seganas itu. Dengan perahu nelayan kami menyeberang ke Pulau Lengkuas dan ombaknya sangat tinggi dan hujan dan petir dan laut seperti tidak ada ujungnya. Awal perjalanan masih jerit-jerit seru kayak naik kora-kora, beberapa saat kemudian saya marahin Nindy suruh diem dan istighfar. Hahahaha.

Buuut, despite all of those unfortunate things,  Belitung tetep menyenangkan kok. Pantainya unik, makanannya enak (harus coba Mie Belitung dan es jeruk paling enak se-Indonesia di Warung Atep), dan orangnya ternyata ramah-ramah sekali.

Pulau Burung, dinamakan pulau burung karena batu itu mirip burung. Saya mencoba meneliti tapi belom paham bentuk burungnya ada di sebelah mana.
View dari atas Mercusuar Pulau Lengkuas, kalau hujan gak boleh naik ke atas sini.

kapalnya terlihat mini sekali
Foto penting : Bukti udah nyampe lantai 18 mercusuar Pulau Lengkuas

Bebatuan Pulau Lengkuas, plis abaikan makhluk pink di tengah itu

Sahabat Dugong Nusantara - Pulau Lengkuas
Third Stop on Island Hopping : Pulau Babi (mana babinya?)

Menu makan malam di Barage. Yang kuah kuning itu makanan khas belitung yang lupa namanya apa *fail

Berhubung waktu liburannya singkat, kami memakai jasa tour di Belitung. Bukan mau sok tajir sih ikut tour segala, tapi di Belitung itu memang sama sekali tidak ada transportasi umum, dan tidak ada seorangpun yang jago menyetir di antara kami kalau ingin menyewa mobil. Kalau yang punya waktu lebih dari 3 hari sih masih mungkin untuk melakukan perjalanan secara ngeteng. Kami  memilih paket termurah, yang 2D1N, dengan rencana malam terakhir nginep di bandara karena pesawat pulang yang jadwalnya sangat pagi. Tapi orang Belitung benar-benar baik, karena akhirnya kami ditawari menginap di rumah Bang Kusdian, sang empunya travelnya. Disuguhi makan malam dan juga berkenalan dengan dua anaknya yang lucu. It couldn't be any better than that.

Yola, yang centil kalau difoto dan Adam yang hiperaktif.
 Cuaca mendung juga mungkin membawa sedikit keberuntungan. Jadinya kami bisa leha-leha sepuasnya di pantai tanpa merasa panas dan takut kulit hitam. Udah lama rasanya gak main santai di pantai, sekedar tidur-tiduran atau mainan pasir. Dengan berakhirnya liburan kali ini, saya putuskan untuk rehat sejenak dari jalan-jalan. Banyaknya perjalanan yang saya lakukan secara berturut-turut membuat saya seperti sudah mencapai klimaks, dan tidak bisa lagi menikmati liburan secara sepenuhnya. Sudah saatnya puasa hunting tiket dan berdiam diri di kamar menghabiskan buku-buku yang sudah lama menganggur :D

3 comments

  1. Pantainya cakep dan sepi!!! Atau keliatan di foto aja begitu? Tapi enak ya kalo pantainya sepi, pantai serasa milik pribadi.. >__<

    ReplyDelete
  2. hehe emang cakepp dan emang sepii jugaa :D

    ReplyDelete
  3. aah aku menunggu postingan foto si skandal remaja belitung siraman ituh :))

    there's always the laughter behind any shitty stories :D

    ReplyDelete