Flores Trip : #6 - Singgah (yang Seharusnya) Sebentar di Ende

Thursday, August 14, 2014

Ende. Sebuah kota kecil di Flores ini cukup terkenal karena selain merupakan persinggahan menuju Taman Nasional Kelimutu, kota ini juga pernah dijadikan sebagai tempat pengasingan Bapak Proklamasi Indonesia, Ir. Soekarno.




Situs Rumah Pengasingan Soekarno

Walaupun rumahnya tak lagi asli, karena sudah direnovasi berkali-kali, tetapi banyak barang peninggalan-peninggalan asli dari Presiden Indonesia pertama ini.

 


Taman Renungan Bung Karno

Bagai sebuah oase di tengah panasnya kota Ende. Tamannya bagus, rapih, dan banyak pohon rindang. Ada patung Bung Karno berpose duduk di bawah sebuah pohon. Konon katanya di bawah rindangnya pohon tersebut, Bung Karno banyak merenung hingga menghasilkan lima buah sila yang menjadi dasar negara Indonesia. Pohon tersebut kini dikenal dengan nama pohon Pancasila.


Titik nol Ende. Tepat di depan Taman Renungan Bung Karno.


Penjual kain tenun Ende di pasar.

Motifnya cantik-cantik sekali. Ada yang memakai pewarna alami seperti akar dan dedaunan, dan juga pewarna kimia. Yang memakai pewarna alami tentu lebih cantik dengan warnanya yang agak fade dan tekstur kainnya pun lebih lembut. Harganya tentu lebih mahal. Dengan sedikit menawar akhirnya sebuah pashmina untuk Ibu tercinta dan untuk saya sendiri pun sukses dibawa pulang. Nyaris kalap!



Kuliner di Ende

Pertama kali sampai di Ende, saya meminta ke Pak supir untuk mengantarkan kami makan terlebih dahulu. Yang dia rekomendasikan? Rumah makan Padang. Haduh, masa jauh-jauh ke Flores makannya Padang juga? Memang sih RM. Roda Baru kemarin nikmat sekali!
Berikutnya kami mencoba googling, dan mendapati rekomendasi makan di Warung Tegal. Ya, namanya beneran Warung Tegal. Titik. Letaknya di dekat Taman Renungan Bung Karno dan yang bikin amazed, di warung sesederhana itu, ada WiFi-nya!

Karena penasaran banget, masa sih di Ende nggak ada makanan khas-nya? Kami sampai bertanya ke mbak-mbak random yang kami temui di taman. Dia agak kebingungan menjawab pertanyaan kami. Sampai pada akhirnya dia merekomendasikan kami ke Warung Sate Bangkalan. Letaknya di dekat bandara. Rasanya not so special, masih jauh lebih enak sate di Jawa. Tapi karena ini Flores dan kami bosan makan nasi Padang, yang satu ini jadi barang mewah sekali.

Catatan : 
  • Ketika makan di Flores, jangan memilih lauk ayam. Nasi ayam dibanderol dengan harga 25 ribu sementara nasi dengan ikan (yang segar dan enak sekali) cuma as cheap as 10 ribu rupiah saja. #TurisKere
  • Karena ada sedikit drama di hari kepulangan kami ke Jakarta (pesawat batal terbang karena meletusnya Gunung Sangiang di Bima), kami harus tinggal lebih lama di Ende. Oh, Ende. Saya benar-benar terasing di sana.

4 comments:

  1. bentar lagi icus pasti juga sering pamer foto ende T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe nanti kamu pamer Palangkaraya juga dong :D

      Delete
  2. Gw ketawa deh baca ada kata drama di tulisan ini hha

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahahaha karena beneran super drama ini perjalanan pulangnya :))

      Delete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS