Rendang v.0.1

Thursday, November 5, 2015


Sejak pindah ke Bandung dan punya jam kerja yang lebih fleksibel, saya dan house-mate saya jadi lebih sering memasak. Setelah merasa cukup mumpuni, saya pun akhirnya memberanikan diri untuk mencoba memasak makanan yang pernah menjadi juara satu di World's 50 Most Delicious Foods (Readers' Pick) versi CNN. 

Rendang adalah masakan khas suku Minang. Dan saya sebagai salah satu penerus suku Minang merasa harus bisa untuk masak menu yang satu ini. Setelah tanya-tanya ke Mama, beliau pun memberikan resep rendang rahasia keluarga (halah). Berikut resepnya:
  • 500 gr daging sapi khusus rendang.
  • 1 liter santan kental, kira-kira setara dengan 5 gelas, dan berasal dari 2 butir kelapa yang tua.
  • 5 lembar daun jeruk
  • 1 buah jeruk nipis

Bumbu halus : 
  • 100 gr cabe merah keriting
  • 3 siung bawang putih
  • 10 siung bawang merah
  • 1 cm kunyit
  • 1 cm jahe
  • 5 cm lengkuas
  • 1 batang serai

Cara memasak:
  • Haluskan semua bumbu halus dan garam dengan blender (dengan bantuan sedikit air) sampai biji cabai tidak terlihat lagi.
  • Lumuri potongan daging dengan bumbu halus dan juga 5 lembar daun jeruk (sobek sedikit agar aromanya keluar).
  • Masak dengan api sedang sampai agak kering.
  • Tambahkan santan kental dan masak dengan api kecil, kurang lebih selama 3 jam
  • Ketika santan sudah mulai kering dan mulai mengeluarkan minyak, tambahkan air perasan jeruk nipis.
  • Jangan lupa sering-sering diaduk sampai dasar wajan agar tidak gosong.

Daging dengan bumbu halus

Setelah ditambahkan santan

Mulai berminyak

Hasil dari percobaan pertama sebenernya nggak jelek-jelek amat. Baunya udah bau rendang, rasanya juga udah mirip sama rendang bikinan Mama (11-12 laaah). Tapi yang agak fail di tekstur bumbu rendangnya yang kurang berminyak karena ternyata, kunci dari rendang yang sukses adalah kelapa yang tua dan baik. Kemarin karena malas ke pasar saya nitip kelapa parut ke mamang sayur yang suka lewat di depan rumah, tapi ternyata dia bawain kelapa parut 2 bungkusan kecil saja, bukan 2 butir seperti yang saya minta. Alhasil karena santannya kurang saya tambahin santan instan dan hasilnya jadi kurang memuaskan :(

Tapi, practise makes perfect! Kita tunggu perbaikannya di rendang v.0.2. Trus abis itu bikin restoran padang.

Selamat mencoba!

2 comments:

  1. Abis baca ini jadi pengen punya dapur sendiri, Mir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, punya dapur emang enak ya. Jadi pengen punya rumah sendiri.

      Delete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS