10 Hal yang Bisa Kita Lakukan di Luang Prabang

Tuesday, June 21, 2016

*Warning : bandwith killer! Too much photos!

Jika berkunjung ke Laos, saya sangat merekomendasikan untuk menghabiskan waktu lebih di Luang Prabang. Karena kota yang letaknya agak di Utara ini merupakan tempat ter-favorit saya selama di sana. Sisihkan waktu setidaknya 2 hingga 3 hari untuk menjelajahi kota ini. 

Memangnya bisa ngapain aja sih di Luang Prabang?

Berikut 10 hal yang bisa dilakukan di Luang Prabang versi Mira Afianti.

Selalu ambil peta di resepsionis dan pinta mereka untuk menunjukkan tempat-tempat menarik di kota tersebut.

1. Menjelajah Kota

Luang Prabang adalah kota dengan predikat UNESCO World Heritage. Kita bisa lihat perpaduan harmonis antara gedung tua yang super terawat dan kuil di kota ini. Karena Laos dulunya adalah jajahan Prancis, jadi suasananya agak-agak berasa di Eropa gitu (meskipun saya belum pernah ke Eropa sih). Tapi beneran deh, kota ini cantik sekali. Banyak sudut fotogenik yang bikin kita ingin berhenti untuk foto. 



Salah satu dari banyak kuil di Luang Prabang

Selalu berpapasan dengan para biksu



Nongkrong di depan sekolah nontonin anak sekolah senam

Banyak cara untuk menjelajahi Luang Prabang, dari mulai jalan kaki, naik tuktuk, sepeda motor, atau favorit kami: sepeda! Penyewaan sepeda bisa ditemukan dengan mudah. Tarif sewa sepeda di Luang Prabang juga nggak mahal, sekitar 25.000 Kip (waktu itu kami sewa untuk setengah hari saja). 


2. Berkunjung ke Nebeng Foto di Depan Museum

Sebenarnya waktu itu kami tidak sempat berkunjung masuk ke dalam museumnya karena waktu yang sempit mengejar jadwal penerbangan dan kami lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan bersepeda mengelilingi Luang Prabang. Tapi kelihatannya museum ini cukup menarik karena pengunjungnya sangat ramai dan gedungnya juga bagus, mirip kuil gitu.

Nebeng foto di gerbangnya aja

Luang Prabang National Museum

3. Mengirim Kartu Pos ke Kerabat

Bingung gimana caranya berbagi kabar ke kerabat yang jauh di tanah air sana? Jangan khawatir. Ada kantor pos besar di tengah kota di mana kita bisa mengirimkan kartu pos. Harga perangko ke Indonesia sekitar 4 USD waktu itu dan voilaaa kartu pos yang kita kirim akan sampai dengan (mudah-mudahan) selamat ke si penerima dalam waktu kurang lebih 2-3 minggu, ketika kita juga (mungkin) sudah tiba di tanah air. 

OMG, I forgot that I have smartphone!

4. Nongkrong Numpang Foto di Utopia Bar

Tiap browsing soal Luang Prabang, tempat ini pasti muncul. Begitu juga ketika kami ngobrol dengan resepsionis di Hotel, dia bilang kalau tempat ini asik banget untuk chill nyantai. Sehabis muter-muter Luang Prabang, kami pun mampir di Bar ini dengan maksud ngadem sambil brunch. Tempatnya memang agak nyempil dan harus melalui gang sempit yang mirip labirin, tapi pas udah sampai di sana ternyata tempatnya memang asik banget. Sayangnya (atau untungnya?) saat itu bertepatan dengan hari pemilu jadinya dapur barnya belum buka dan kami belum bisa order makanan. Tapi bule yang punya baik, bilang kalau kami boleh masuk dan lihat-lihat dulu ke dalam. Setelah puas numpang duduk dan foto, kami pun cabut tanpa memesan apa pun :))

Buat leyeh-leyeh mager sambil minum Beer Lao


5. Melihat Langsung Sungai Mekong

Sebenarnya nggak ada yang istimewa sih dari sungai ini. Airnya butek, pemandangannya juga biasa aja. Tapi waktu belajar IPS di zaman SD dulu, Sungai Mekong lumayan hits karena dia mengaliri beberapa negara, dari mulai China, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja,dan Vietnam. Sungai ini melewati Luang Prabang jadi kita bisa melihat sungai ini dari dekat dan berkata "Oooh. Jadi ini yang namanya Sungai Mekong..." sembari check-in di media sosial.

Pagi hari di Sungai Mekong.

6. Berenang di Kuang Si Waterfall

Belum ke Luang Prabang kalau belum berkunjung ke air terjun yang satu ini. Padahal air terjunnya letaknya agak jauh dari Luang Prabang, sih. Sekitar 1,5 jam perjalanan gitu. Biasanya di hostel sudah ada paketan trip setengah hari untuk berkunjung ke Kuang Si, atau trip satu hari penuh jika ditambah dengan beberapa destinasi lain. Sebenarnya harganya cuma untuk transportasi PP, karena di sana masih harus bayar tiket masuk lagi (20.000 Kip). Kalau mau lebih puas, kita bisa sewa sepeda motor lalu pergi sendiri ke air terjun ini.



Air terjunnya indah banget, berasa lagi di scene tempat mandi putri-putri dari Kahyangan. Di Indonesia juga ada air terjun yang mirip di Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Air terjunnya bertingkat-tingkat dengan air yang super biruu! Terlihatnya memang agak keruh karena bagian dasarnya adalah batuan kapur, tapi ternyata bening airnya. Ada beberapa spot yang memang diperuntukkan untuk berenang. Airnya dingin banget! Segaaar~



7. Makan Makanan Khas Laos

Baguette (roti khas prancis) berisi telur dan daging. Biasanya kami makan ini gratisan pas sarapan pagi di hostel.

Chicken Larb

Larb adalah salad khas Laos yang berisi campuran sayur dan daging (bisa sapi, babi, ayam, atau ikan). Rasanya segar pedas dan agak wangi, karena ada dedaunan yang aromanya mirip kemangi. Larb bisa dijumpai di banyak tempat di Luang Prabang. Salah satunya di Wat That restaurant, satu-satunya rumah makan halal di Luang Prabang.

Bersama pemilik Wat That, seorang bapak dari Malaysia yang istrinya orang Luang Prabang asli.

Konon katanya Luang Prabang terkenal dengan jeruknya. Entahlah sumber itu terpercaya atau enggak. Jadinya waktu liat di pinggir jalan ada mamang jualan buah, kami langsung beli jeruknya. Bentuknya kecil-kecil dan dari warnanya yang orens muda sih kelihatannya bakal asem. Tapi ternyata manis dan nagih banget! Jadi nyesel cuma beli sedikit.


8. Melihat Kota Luang Prabang dari Atas Phou Si Hill

Di tengah-tengah kota Luang Prabang, ada sebuah bukit dengan bangunan kuil di atasnya. Di sore hari menuju tenggelamnya matahari, biasanya turis-turis berkumpul di sana untuk menyaksikan pemandangan senja kota Luang Prabang dari atas.

Tangga menuju ke atasnya lumayaaan

Luang Prabang dari atas. Mendung, mataharinya nggak keliatan.


9. Melihat Alms Giving Ceremony di Pagi Hari

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

10. Mengunjungi Night Market, Setiap Malam!



Ini dia tempat favorit kami selama di Luang Prabang. Sampai dikunjungi setiap hari. Setiap malam, jalanan utama di Luang Prabang akan ditutup dan disulap jadi pasar dadakan. Mirip Malioboro gitu lah. Pesan saya, selama di Laos nggak usah belanja-belanja kalau bukan di Night Market Luang Prabang. Pengalaman kami, di Vang Vieng harganya jadi lebih mahal dan pilihan barangnya juga sedikit. Biasanya turis akan beli celana hobo (yang longgar longgar adem) bergambar gajah, yah sama dengan daerah di Asia Tenggara lainnya. Dan nggak ketinggalan, kaos bergambar Beer Lao, bir kebanggan orang Laos

Tips berbelanja di Night Market:
  • Tawarlah dengan sadis, kurangi 75% dari harga asli.
  • Cari lapak yang dijaga oleh anak kecil tanpa orang tuanya. Lalu tawar dengan intimidatif. Percayalah, lama-lama sang anak akan nyerah dan memberimu harga murah. *evilsmirk
  • Habiskan Kip mu di sini, karena Kip bakal nggak ada harganya di luar Laos.

Poster film!



Patchwork yang super cantik tapi mahal banget.

Sulaman handmade yang mahal juga

-----

We really had a great time in Luang Prabang! Meski sebenarnya masih banyak banget hal lain yang bisa dilakukan di Luang Prabang. Seperti trekking ke perkampungan suku asli Luang Prabang, naik dan mandiin gajah, main kayak di sungai, ke air terjun yang lain, wah banyak sekali. Tapi karena terbatas uang dan waktu, kayaknya lain kali harus kembali ke Luang Prabang lagi.

Sayonara Luang Prabang, sayonara Laos! Off to Hanoi!

8 comments:

  1. Replies
    1. foto-foto dari kameraku kamu dan riwe doang isinya >.<

      Delete
  2. Dulu pas ke Luang Prabang suka banget sama suasana tenangnya, maklum pas lagi low season ke sananya. Tapi keliatannya memang gak terlalu banyak perubahan sih dari foto-fotomu, Mira. Btw nyobain Or Lahm gak selama di Laos?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Luang Prabang emang peaceful ya.
      Waaah nggak nyobain Or Lahm. Bahkan baru denger!

      Delete
  3. hi...
    Wat That Restaurant itu di bahagian mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hi lia,
      bisa cek "Wat That Guest House & Mala Dressmaker, Luang Prabang, Laos" di Google Maps, ya.
      hope that helps.

      Delete
  4. Halo, Mbak. Dari Luang Prabang ke Hanoi naik pesawat apa ya?
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, saya naik Lao Airlines waktu itu.

      Delete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS