Houtong Cat Village : A Truly Purradise!

by - December 11, 2018



Saat sedang riset kilat sebelum ke Taiwan, saya menemukan sebuah desa bernama Houtong yang sukses membuat saya merubah rencana perjalanan, tanpa pikir panjang. Houtong adalah sebuah desa kecil berjarak 35km di Utara kota Taipei. Ini bukan desa yang biasa-biasa saja, karena ini adalah desa kucing!

Dulunya, desa ini adalah lokasi penambangan batu bara. Seiring dengan menipisnya stok batu bara di sana, tambang batu bara pun terpaksa ditutup di tahun 1990. Orang-orang pun beranjak pergi meninggalkan desa yang lama kelamaan 'mati' ini. Di tahun 2008, seorang penduduk lokal bernama Peggy Chien menerbitkan seri foto-foto penduduk desa (yang jumlahnya sudah sangat sedikit) yang masih berusaha untuk menyelamatkan dan memelihara kucing-kucing terlantar. Foto-foto tersebut pun menarik banyak pengunjung, volunteer, dan kucing-kucing lain untuk datang ke Houtong. Sekarang, ada lebih dari 200 kucing yang hidup di desa ini. Semuanya dirawat oleh warga desa dan juga pemerintah yang mengelola desa ini menjadi tujuan wisata.

Misi kami: menemukan dan pukpuk semua kucing di desa ini!

Dari Taipei, saya dan Junda naik kereta yang langsung berhenti di Houtong. 

Desa Houtong ternyata memang kecil sekali, kayak yaudah cuma segitu-gitu aja yang terlihat dari stasiun. Cocok banget untuk day-trip atau persinggahan sebelum ke Jiufen karena searah. Saya dan Junda langsung suka nuansa desanya yang sepi dan damai. Desa ini dikelilingi bukit-bukit dengan sungai Kellung yang mengalir di antaranya.

Begitu sampai di sana, kami disambut oleh gerimis yang lama kelamaan berubah menjadi hujan yang lumayan deras. Acara berburu kucing tampaknya harus dilakukan hujan-hujanan. Tapi tentu saja kami tidak gentar! Di dekat stasiun ada visitor center di mana kami bisa menitipkan tas kami, yang ternyata biayanya gratis.


Kucing pertama! Terlihat menanti kami di bangku stasiun. 


Karena hujan, kucing-kucing pada berteduh dan tidur siang.

Penjaga tas di visitor center.

"Yo, hooman, lemme show you sumtin."

"Dis is my sexy butt."

"Going out? Nah."

"Da hell is that?"

"Ooh, that feels nice."


Banyak gambar-gambaran lucu begini.

"Okay, let's do Boomerang after this" 


Tuh kan, pada boci semua kucingnya.

Kucing-kucing di sana sangat terawat. Bulunya halus dan mayoritas gendut-gendut!

Bukit-bukit berkabut.


A wild cat suddenly appeared.

 



A professional cat stalker :))

Karena hujan, kucingnya banyak yang ngumpet!


Kucing ini langsung naik ke pangkuan saya :)



BESAR BANGET! 






Senaaaang sekali karena kucingnya banyak dan ramah-ramah! Setelah basah kuyup karena hujan-hujanan berburu kucing, kami memutuskan untuk mendatangi cafe street yang isinya cat cafe semua. Salah satu cafe menarik perhatian kami karena terlihat hangat dan penghuninya seperti seolah-olah memanggil kami dari dalam.

Ben Ben, kucing penjaga cafe.

Menginvasi daerah teritori-nya Ben Ben.

Mbak pemilik cafe yang masaknya jagoan. 

"What? I can't sit here?"

Waffle yang harumnya menusuk sanubari. Hangat dan pas banget di saat hujan-hujan begini.

Teh yang enak! Punya saya isinya apel dan madu.

Ben Ben selalu mengawasi keadaan di luar jendela. Tampaknya dia pengen banget keluar. 


Tiger, saudaranya Ben Ben yang tidur sepanjang kami di sana.

"What? You callin'?"


Meskipun misi kami untuk pukpuk 200 ekor kucing di desa ini tidak terpenuhi, tapi kami senang sekali bisa berkunjung dan bermain bersama sebagian penghuni Houtong.

We highly recommend this place for those who love cats, and happened to visit Taiwan!

You May Also Like

3 comments

  1. Bisa gaaakk inep sini terus bobok sama kucing-kuciiingg 😆😆😆 Gemes amat semuanya gondut gondut! Dan kayaknya pada peduli sama populasi kucing yah, beberapa sudah dikebiri. Ada larangan untuk gendong sama kasih makam gak Mir?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayanya gak ada penginepan tiiin. Kok kamu tau udah dikebiri?? Kalo gendong boleh tp jangan dipaksa. Kalo kasih makan ga boleeeh.

      Delete
    2. Ada kayak potongan kecil gitu dikupingnya. Kucingku pas dikebiri juga dipotong kupingnya sama dokter, meski ada juga yg gak dipotong gegara lupa wkwk

      Delete