Menikmati Tokyo dari Ketinggian

Tuesday, May 20, 2014

Siapa yang tak kenal Tokyo Tower? Bagi yang suka nonton anime ataupun membaca komik Jepang tentunya sudah tidak asing lagi dengan bangunan merah yang mirip dengan Eiffel Tower ini. Sosoknya sering muncul sebagai icon dari kota Tokyo -- bahkan Jepang. Menara yang dibangun pada tahun 1958 dengan tinggi 333 meter, lebih tinggi dari 'kakak'-nya, Eiffel Tower. Dulunya, Tokyo Tower merupakan pencakar langit tertinggi di Jepang, sampai pada akhirnya bergeser ke peringkat 2 di tahun 2012 kemarin setelah berdirinya Tokyo Skytree dengan tinggi 634 meter. Gitu kata wikipedia.



Suatu sore yang masih saja dingin di musim semi, kami berkunjung ke sana untuk menikmati pemandangan kota Tokyo di senja hari hingga malam. Selain berfungsi sebagai pemancar beberapa stasiun TV di Jepang seperti NHK dan Fuji TV, Tokyo Tower juga berfungsi sebagai observation tower, yang artinya para wisatawan bisa naik ke atasnya untuk menikmati pemandangan dari ketinggian. Ada dua tingkat observatory, Main Observatory di ketinggian 150 meter dan Special Observatory di ketinggian 250 meter. Setelah membeli tiket seharga 820 yen, kita bisa masuk ke antrian untuk menunggu lift yang akan membawa kita ke atas.


Dari Main Observatory, terlihat jelas pemandangan kota Tokyo dari atas. Tapi tetap saja kami masih kurang puas dan ingin naik lebih tinggi lagi. Because the higher, the mightier! Sayangnya, untuk naik ke Special Observatory, pengunjung diharuskan untuk membeli tiket lagi seharga 600 yen. Lumayan mahal untuk turis kere seperti kami. Untungnya kemarin Irfan berbaik hati mentraktir kami semua tiket ke Special Observatory karena dipaksa dia berulang tahun beberapa hari yang lalu. Kami semua pun terharu saat Irfan menunjukkan 5 buah tiket yang dibelinya diam-diam saat kami semua sibuk foto-foto. Terima kasih, Irfan! Semoga segera jadi direktur biar tahun depan traktirannya lebih oke!

*Nyobain tilt-shift di Ricoh GR. Efeknya jadi terlihat seperti miniatur.

Kami pun naik lift lagi ke ketinggian 250 meter. Dan ternyata, lift menuju Special Observatory ini tembus pandang. Aduh, buat saya yang takut ketinggian ini bencana banget. Saya lebih sering ngeliatin kaki daripada ke depan, karena pintu dan sekeliling lift yang tembus pandang dan menunjukkan pemandangan kota Tokyo yang sebenarnya indah sekali. Saya cuma berdoa dalam hati semoga lift-nya segera sampai di atas. Sesampai di atas, hari sudah gelap sehingga pemandangan yang ditawarkan jadi berbeda. Ribuan lampu dari gedung dan kendaraan bikin pemandangan malam Tokyo jadi cantik sekali. Di kejauhan terlihat Odaiba, pulau buatan di teluk Tokyo dan juga Rainbow Bridge, yang menghubungkannya dengan tokyo. Kali ini Rainbow Bridge menyala meriah dengan lampu warna-warninya!

*Rainbow Bridge yang menuju Odaiba akhirnya terlihat dengan lampu menyala!

Malam semakin malam, Special Observatory juga semakin ramai oleh pengunjung yang naik. Setelah puas kami pun segera bergegas turun ke bawah. Ternyata di Main Observatory ada sebuah pertunjukan jazz kecil-kecilan. Penyanyinya seorang wanita Jepang yang suaranya syahdu sekali diiringi oleh seorang mas-mas yang main piano. Saya nggak ngerti dia nyanyi apa karena liriknya berbahasa Jepang tapi kayaknya sih lagunya sedih gitu. Terlihat dari penonton yang terdiam terbuai dalam syahdu-nya lagu tersebut. Malam minggu di Tokyo Tower dengan pemandangan malam kota dan diiringi lagu mellow, rasanya bikin pengen loncat. Tapi boong.


Oiya di bagian bawah Tokyo Tower ada semacam mall juga. Ada toko official merchandise Tokyo Tower, souvenir khas Jepang seperti kaos, gantungan kunci, magnet, dan ada juga toko makanan yang menjual Tokyo Banana. Lumayan untuk berbelanja memperlengkap barang-barang 'titipan'. Selain itu juga ada beberapa restoran di sana. Kemarin kami makan di salah satu restoran yang menjual Soba alias mie dingin. Rasanyaa.. aneh karena dingin dan agak tawar. Akhirnya saya cuma makan gorengan yang mirip bakwan dan juga nasinya.


Tips :
- Kunjungi Tokyo Tower di sore menjelang malam untuk mendapatkan dua pemandangan yang berbeda. Pemandangan siang, dan juga malam :D
- Untuk menghindari antrian tiket Special Observatory, sebaiknya jika berniat naik ke Special Observatory, langsung membeli tiket terusan di bawah.

No comments:

Post a Comment

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS