Pesona Lapisan Bukit Karst di Hoa Lu dan Tam Coc

Sunday, October 26, 2014

Pemandangan menjelang mendarat di Hanoi. Dari atas terlihat bukit-bukit karst yang membentang di bumi Vietnam. Quite a View!

Saat menyusun itinerary untuk trip ke Hanoi kemarin, secara tidak sengaja saya menemukan dua buah tempat wisata bernama Hoa Lu dan Tam Coc. Keduanya terletak di provinsi Ninh Binh, sekitar 90 km di selatan kota Hanoi. Namanya memang belum se-booming Ha Long Bay. Tetapi melihat foto-fotonya di internet, saya dan teman-teman langsung merasa bahwa tempat ini patut untuk disinggahi. Dari Hanoi, banyak sekali pilihan tour untuk mengunjungi tempat ini. Namun karena waktu kami yang sangat terbatas, kami memilih untuk memesan private tour dengan titik jemput di Noi Bai airport dengan menggunakan jasa tour dari Asia Travel Expert yang ternyata super recommended! Semua pertanyaan saya melalui e-mail dibalas dengan sangat cepat, mobil van jemputannya sangat nyaman, tour guide-nya fasih berbahasa Inggris, dan makanannya enak!

Awalnya sempat was-was tour ini akan gagal karena pesawat kami ke Hanoi yang delay 1 jam dari Kuala Lumpur. Tapi ternyata sesampainya kami di bandara Noi Bai, guide kami yang memegang tulisan "Ms. Mira Afianti" masih menunggu dengan sangat sabar. Mr. Sunny namanya. Hal yang pertama dia ucapkan adalah "So, are you guys highschool students?" Hahahaha. Semua langsung sumringah dikira anak SMA :))

Perjalanan menuju provinsi Ninh Binh memakan waktu sekitar 3 jam. Yang dihabiskan dengan rumpi super berisik sepanjang perjalanan sampai-sampai pada akhirnya Mr. Sunny menyela dan bilang.

"You know, there's a local saying here in Vietnam. If you have one girl in a family, then you'll have a market. If you have two girls, you'll have supermarket."

Jadi, kalau 6 orang seperti kami apa ya namanya? :))


Setelah 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di provinsi Ninh Binh. Ditandai dengan area yang dipenuhi dengan sawah dan dipagari oleh bukit-bukit karst yang berlapis-lapis. Pemandangannya bikin melongo saking kerennya. Perhentian pertama hari itu adalah Hoa Lu yang merupakan bekas pusat pemerintahan Vietnam di abad ke-10. Kami mengunjungi Dinh Tien Hoang, yaitu sebuah kuil yang dibangun untuk menghormati kaisar Dinh Hoan yang berjaya kala itu. Tempat ini juga sempat dijadikan lokasi shooting variety show Korea, Running Man.

Karena ini adalah kuil, jadi situasinya sangat ramai oleh turis-turis lokal Vietnam yang datang untuk sembahyang. Yang berkesan dari tempat ini buat saya bukan kuilnya, tapi sebuah bukit karst yang kami daki untuk melihat pemandangan Hoa Lu dari atas. Sedikit butuh perjuangan untuk mendaki bukit ini apalagi ditambah dengan cuaca saat itu yang sangat terik. Tapi apa yang dilihat dari atas rasanya membayar lunas segala effort yang kami keluarkan.





Menaiki tangga ke atas setinggi 80 meter.

Sampai di atas dan bertemu nenek ini yang memanjat dengan kaki telanjang. Super granny!

Pemandangan Hoa Lu dari atas.


Puas panas-panasan di Hoa Lu, kami melanjutkan perjalanan ke Tam Coc. Jaraknya hanya sekitar setengah jam perjalanan. Tam Coc (three caves) adalah salah satu objek wisata di provinsi Ninh Binh yang menawarkan petualangan mengarungi sungai dengan disuguhi pemandangan bukit-bukit karst tinggi yang berlapis-lapis, mirip dengan yang ada di Ha Long Bay. Karenanya, Tam Coc ini juga cukup dikenal dengan sebutan Ha Long Bay on the land. Terdapat juga tiga buah gua alami yang nantinya akan dilewati, makanya tempat ini dinamakan Tam Coc.

Sebelumnya, di perjalanan menuju Tam Coc, Mr. Sunny berkata, "You will love Tam Coc. It's so beautiful. You'll understand once you get there"

So, let's find out.

Makan siang di restoran dekat Tam Coc. Makanan paling mewah selama di Vietnam.

Dermaga Tam Coc. Perahu kayu itu yang nantinya akan dinaiki. Satu perahu berisi 3 orang (termasuk pengemudi)

Pengemudi kapal di Tam Coc biasanya ibu-ibu. Dan mereka mendayung menggunakan kaki, just like a boss! Saya bertanya-tanya kenapa pakai kaki dan bukan tangan. Ternyata pas nyoba dayung sendiri pakai tangan, pegelnya nggak ada duanya. Sepertinya pakai kaki jauh lebih nyaman.

Rute yang dilalui sepanjang 7 km dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam lebih.

Picturesque view of karst hill.


Dikirain buntu, ternyata ini mulai memasuki gua terapung.

Keluar gua.


Ibu-ibu yang jualan minuman dan souvenir. Emang rada maksa dan kadang bikin bete. Tapi cukup bilang "no" yang sopan kalau emang nggak mau beli.



Rombongan bebek-bebek, pinjem fotonya Decci.

Well, he was right. We all love Tam Coc! Saya pun menobatkan tempat ini jadi tempat paling indah di Vietnam yang pernah saya kunjungi. Mengalahkan Ha Long Bay. You should pay yourself a visit so then you'll understand.

Note:
  • Harga tour ke Hoa Lu - Tam Coc adalah USD 42. Ini harga private tour untuk 6 orang dengan titik jemput bandara. Akan jauh lebih murah jika berangkat dari Hanoi dan ikut tour yang ramean.
  • Tip untuk ibu-ibu yang mendayung perahu adalah USD 1 / orang. Jadi per-kapal harus ngasih tip USD 2 ke ibu-ibunya. Ini semacam peraturan nggak tertulis gitu sih, soalnya Mr. Sunny sampai ngingetin kami berkali-kali agar gak lupa ngasih tip.

3 comments:

  1. Hi Mba! Thanks for sharing.
    Btw saya ada rencana ke Hanoi next February. Karena udah pernah ke sana, jadi Halong Bay dan tempat wisata lain di Hanoi mau saya lewatin aja. Nah niatnya sih mau ke Sapa / Nin Binh tergantung waktunya nanti hehe.. Yang mau saya tanyain rada ga penting nih mba.. itu yang gambar terakhir (bebek-bebek) di Tam Coc itu harus di lewatin ya? Maksudnya sampannya itu ngelewatin tengah rombongan bebek itu atau ga? Sorry ya mba.. pertanyaannya ga penting banget hahaha.. soalnya temen traveling saya nanti phobia banget sama unggas. Bisa pingsan mendadak dia di atas sampan wakaka.. Makasiih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bebek-bebek sih kayanya ga mesti ada sih Mba, soalnya kayaknya liar. Jadi ya untung-untungan. Kalo pas ada bebek disuruh merem aja temennya.. sayang soalnya kalo ga kesana gara2 itu.
      Btw saya jadi penasaran nih, kalo phobia unggas itu ga makan ayam dong berarti? Bebek, telur, dll produk unggas? hahaha ini pertanyaan saya lebih ngga penting lagi kayaknya :D

      Delete
  2. wkwkwkwkw.. engga mba dia tetep makan unggas dll.. cuma kayanya waktu kecil pernah mimpi dipatuk ayam seluruh badan. Sejak saat itu dia ilfeel banget kalo liat unggas2an berasa pengen pingsan + nangis hahaha..

    ReplyDelete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS