Showing posts with label Hanoi. Show all posts
Showing posts with label Hanoi. Show all posts

Suatu Hari yang Mendung di Hoa Lu dan Tam Coc

Karena kunjungan kami yang super duper singkat di Hanoi, hanya 2 malam 1 hari, maka kami hanya punya 1 hari efektif yang bisa dipakai untuk berjalan-jalan. Banyak banget pilihan day-trip dari Hanoi. Ada yang ke Ha Long Bay, Hoa Lu - Tam Coc, Parfume Pagoda, wah banyak lah pokoknya. Kebanyakan turis hampir pasti akan memilih Ha Long Bay tanpa keraguan karena kayaknya "belum ke Hanoi kalo belum ke Ha Long Bay".


Tapi kalau cuma punya 1 hari dan harus memilih antara Ha Long Bay dan Hoa Lu - Tam Coc, jelas saya akan memilih Hoa Lu - Tam Coc. Kenapa? 

Pertemuan Kedua dengan Hanoi


Setelah bertualang sekitar 5 harian di Laos dari Vientiane di Selatan hingga Luang Prabang di Utara, perjalanan kami lanjutkan ke Hanoi, ibukota Vietnam, yang letaknya bertetanggaan dengan Laos. Hanoi ditambahkan ke rangkaian perjalanan kali ini karena waktu ngeliat peta, Luang Prabang dan Hanoi tampak sudah dekat, dan biar sekali mendayung dapet 2 negara gitu maksudnya. Awalnya kami pikir karena dekat, Luang Prabang dan Hanoi bisa ditempuh via jalur darat. Well, pada kenyataannya memang bisa sih, tapi waktu tempuhnya konon bisa sampai 30 jam dengan kondisi bus dan jalanan yang sangat nggak asik. Beberapa review malah bilang kalau bus Luang Prabang - Hanoi itu adalah "bus ride from hell" atau "nightmare journey of over 38 hours". Waduh.

(Gagal) Sholat Ied di Hanoi

Dari 6 orang, tidak ada satu orang pun yang sadar bahwa tanggal kepergian ke Hanoi kemarin bertepatan dengan Idul Adha. Sampai pada akhirnya di beberapa minggu sebelum keberangkatan saya iseng melihat kalender dan menyadari ada tanggal merah di bulan Oktober, yang ternyata adalah hari keberangkatan ke Hanoi. Ketika dilihat lebih seksama, ternyata tanggal tersebut adalah hari raya Idul Adha. Gini nih kalau terlalu gampangan diajak jalan-jalan, biasanya ayo ayo aja tanpa ngecek dua kali tanggal keberangkatan. Pas saya ngasih tau ke yang lain, langsung deh pada panik, mungkin ga ya sholat Idul Adha di Hanoi. Saya sendiri sebenarnya juga agak meragukan. Mengingat Idul Adha beberapa tahun yang lalu semasa kuliah, saya juga pernah gagal sholat Ied dengan mereka-mereka ini :))

Tapi kali ini kami bertekad gak boleh gagal sholat lagi, sekalian juga pengen tau rasanya Idul Adha di negeri yang jumlah umat Muslim-nya minoritas. Setelah googling, ketemu deh satu buah mesjid yang sepertinya merupakan mesjid satu-satunya di Hanoi (yang terlacak di internet). Untungnya, letak hostel tempat kami menginap tidak terlalu jauh dengan mesjid tersebut. Oke, kami pun bertekad bulat dan niat bawa baju muslim ke Hanoi untuk sholat Ied.

Di depan hostel (pinjem fotonya Eccik)
Perjalanan menuju mesjid. Masih sepi.

Di Indonesia, menurut keputusan Menteri Agama, Idul Adha 1435 H jatuh di tanggal 5 Oktober 2014. Keluarga saya yang biasanya ikut Muhammadiyah sebenarnya berlebaran di hari Sabtu, tanggal 4 Oktober, tapi kata Ibu saya nggak masalah mau sholat kapan aja selama masih di hari tasyrik. Saya dan teman-teman akhirnya cuma bisa berharap kalau hari Idul Adha di Hanoi bersamaan dengan Indonesia. Karena di hari Sabtunya, kami terbang super pagi dari Kuala Lumpur dan sampai di Hanoi menjelang siang.

Jangan lupa Sholat Idul Adha, katanya (sotoy)

Minggu pagi, kami bangun lebih pagi lalu bersiap-siap ke mesjid. Alamatnya di jalan Hang Luoc 12, masih seputar kawasan Old Quarter jadi masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Sesampainya di mesjid Al-Noor, di gerbang mesjid terpasang spanduk berbahasa Vietnam yang hanya kami pahami beberapa patah kata saja. Kayaknya sih intinya tentang ajakan sholat Ied gitu deh. Tapi saat itu tidak ada tanda-tanda keramaian menjelang sholat Ied. Suasananya sepi tanpa suara takbir dan tidak ada orang sama sekali kecuali kami. Kemungkinan cuma dua : kami kesiangan atau sholatnya bukan hari ini.

Kami masuk dan menemukan selembar pengumuman yang lagi-lagi berbahasa Vietnam.

Artinya : Sholatnya kemarin, tanggal 4 Oktober.

Sedih.

Yaudah deh daripada sedih, kami yang dresscode-nya udah lebaran banget langsung foto-foto di depan mesjid untuk bahan pamer di socmed. Seolah-olah abis sholat. Tidak ada yang tahu kami sebenarnya gagal sholat sampai saya menulis tulisan ini :))

Seolah-olah.....

Di sebelah mesjid ada kantin yang menjual makanan Halal. Yang punya namanya Bu Zaenab. Namanya Arab banget ya, pas orangnya dateng ternyata dia orang Vietnam asli. Subhanallah, terharu banget rasanya di negara orang ada yang ngucapin "Assalamu'alaikum". Di sana kami sarapan Pho (baca : fa -- jangan salah pengucapan, dijamin nggak ngerti nanti orangnya), mie khas Vietnam. Isinya mie yang terbuat dari tepung beras, potongan daging sapi dan ayam dengan kuah kaldu. Oiya jangan lupa pesan Vietnam Ice Milk Coffee. Di sini lah saya menemukan yang terbaik selama di Hanoi.

Kantin Zaenab di sebelah kiri masjid. (pinjem fotonya Eccik)
The famous (halal) Pho!
Es kopi susu Vietnam terbaik!

Tak lama, turun hujan yang lumayan deras. Sarapan Pho hangat-hangat yang terjamin 'aman' sambil ngopi dan ngobrol ngalor ngidul sama para sahabat terbaik itu pada akhirnya sukses membayar lunas kekecewaan kami gagal sholat Ied :)

Pesona Lapisan Bukit Karst di Hoa Lu dan Tam Coc

Pemandangan menjelang mendarat di Hanoi. Dari atas terlihat bukit-bukit karst yang membentang di bumi Vietnam. Quite a View!

Saat menyusun itinerary untuk trip ke Hanoi kemarin, secara tidak sengaja saya menemukan dua buah tempat wisata bernama Hoa Lu dan Tam Coc. Keduanya terletak di provinsi Ninh Binh, sekitar 90 km di selatan kota Hanoi. Namanya memang belum se-booming Ha Long Bay. Tetapi melihat foto-fotonya di internet, saya dan teman-teman langsung merasa bahwa tempat ini patut untuk disinggahi. Dari Hanoi, banyak sekali pilihan tour untuk mengunjungi tempat ini. Namun karena waktu kami yang sangat terbatas, kami memilih untuk memesan private tour dengan titik jemput di Noi Bai airport dengan menggunakan jasa tour dari Asia Travel Expert yang ternyata super recommended! Semua pertanyaan saya melalui e-mail dibalas dengan sangat cepat, mobil van jemputannya sangat nyaman, tour guide-nya fasih berbahasa Inggris, dan makanannya enak!

Ha Long Bay, Vietnam


We had a day-tour to Ha Long Bay from Ha Noi which was arranged by a receptionist at our Hostel. At first we thought that the price that he gave (USD 25/person) was so cheap. Later we knew that if we contact the tour operator directly, we could have much cheaper price (USD 20). It made me little bit pissed off since the tour itself picked-up us super late from the Hostel. They said we will be picked up at 8:00 AM. We waited at the hostel lobby when the receptionist was still closed and dark. Minutes passed but there was still no appearance of the bus. After a long waiting, finally the bus came at 09:30.

Hanoi, Surprisingly Lovable

Trip paling menyenangkan sepanjang tahun ini karena perginya bareng teman-teman terbaik sepanjang hidup. Cie lebay. Jadi ceritanya saya punya 5 teman wanita yang akrab sejak kelas 1 SMA, which is already 10 years ago (haha, ketauan umur). Bahkan beberapa di antara mereka ada yang udah saya kenal sejak SD. Waktu berjalan dan selesai SMA kami semua berpisah. Ada yang kuliah di Bandung, Jakarta, dan ada juga yang tetap melanjutkan kuliah di Medan. Ketika sudah bekerja, kami terpisah menjadi dua kubu. Kubu Medan (3 orang) dan kubu Jakarta (3 orang). Actually, we didn't keep in touch that much. Jarang chatting, jarang juga ketemuan padahal ada 2 orang yang tinggal di Jakarta (dan sekitarnya). Tapi setiap pulang ke Medan pasti selalu mereka lah yang pertama saya cari. Dan walaupun jarang sekali bertemu, tetap saja ketika bertemu mereka tetaplah mereka yang saya kenal sejak SMA. They accept me with all my absurdity. Kami semua se-frekuensi. Haha.

Long story short, suatu hari Dea ngajakin saya main ke Vietnam, yang dengan murahannya saya iyakan. Sok kaya, padahal dompetnya sepanjang tahun ini udah jebol parah. Pengennya sih ngajak yang lain tapi kalau bikin rencana kelamaan pasti deh ujung-ujungnya gak jadi. Akhirnya setelah tiket saya dan Dea terbeli, saya lempar deh ajakan ke grup. Dan simsalabim, akhirnya semua ikutan beli tiketnya! Tips ampuh untuk merencanakan piknik yang biasanya sering berakhir sebagai wacana saja. Happy banget rasanya saat kami ber-6 bertemu di Kuala Lumpur International Airport, karena ada yang berangkat dari Medan dan Jakarta, dan pesawat ke Hanoi adanya dari Kuala Lumpur.



Hanoi, pas Googling research jadi ngerih sendiri karena memang katanya kota satu ini terkenal dengan scam-nya. Pas laporan sama Ibu saya juga komentarnya "Ya, Allah. Ngapain? Emangnya Hanoi aman?". Itu semua bikin saya jadi takut dan super hati-hati di sana. Dikit-dikit jadi suudzon sama orang. Tapi ternyataaa, Hanoi was surprisingly lovely! Kotanya memang chaos, but somehow lovely on the other side. Penuh warna. Mungkin karena di awal banget udah nggak ekspektasi macem-macem juga sih sama liburan kali ini, jadinya every little thing can made us so happy.

So, here's a little overview of the trip.