A Day in Wales

Sunday, October 23, 2016

Mumpung di awal kuliah kemarin belum ada reading-list dan coursework, keesokan harinya sehabis daytrip ke Stonehenge dan Bath saya ikut day-trip lain ke Wales. Nah, info sedikit untuk yang belum tau, United Kingdom itu terdiri dari 4 negara : England (tempat saya tinggal sekarang), Scotland, Northern Ireland, dan Wales. Jadi di hari itu saya bepergian ke luar negeri, tapi gak perlu pake passport. 

Gloucester di Minggu pagi, sepiii~

Sebelum nyebrang ke negara sebelah, kami mampir dulu ke Gloucester, sebuah kota kecil di perbatasan England dan Wales. Suasananya sepi banget dan nyaris seperti nggak ada kehidupan gitu. Mungkin sama seperti setiap hari Minggu di London di mana pertokoan baru buka jam 11 siang dan tutup jam 5 sore (kalau hari Senin-Sabtu jam 7 pagi hingga 11 malam) karena orang-orang fokus beribadah ke gereja dan family time.




Kami berkunjung ke Gloucester Cathedral, yang sudah ada sejak tahun 1499. Ngerasa familiar dengan koridor gereja ini? Gak heran, soalnya koridor gereja ini muncul di Harry Potter and the Chamber of Secret sebagai setting koridor Hogwarts. Saya selalu super excited lah sama yang namanya napak tilas segala hal yang berbau Harry Potter. Berhubung saat itu Minggu pagi dan sedang ada misa, kami tidak bisa masuk ke dalam gereja. Jadinya cuma bisa muter-muter dan foto di koridornya.

Teh Rita, flatmate saya.

Koridor Hogwarts



Sekitar Gloucester Cathedral, rumah-rumahnya lucu.


Setelah itu, perjalanan dilanjutkan ke Wales. Saya suka banget pemandangan yang terlihat selama perjalanan ini. Hamparan padang rumput yang terlihat seperti karpet hijau yang halus, rumah-rumah khas pedesaan Inggris, dan juga domba-domba gendut yang fluffy. Langsung berkhayal punya rumah di desa dan hidup sederhana, bertani, mengurus binatang ternak, trus leyeh-leyeh di bawah pohon sambil baca buku seperti Harvest Moon, game favorit saya jaman SD dulu. Haha. Beruntung hari itu meskipun anginnya dingin menusuk, seenggaknya masih ada sinar matahari. Udah lama banget rasanya saya nggak kena sinar matahari yang proper. Apakabar nanti pas winter ya.



Hamparan karpet hijau halus dan domba-domba fluffy. Jadi pengen puk-puk mereka.



Tujuan kami di Wales adalah daerah Monmouthshire, tepatnya ke desa Tintern, yang letaknya di dekat perbatasan England dan Wales. Ada sungai Wye yang mengalir sebagai pembatas kedua negara ini. Di sini kami berkunjung ke Tintern Abbey, sebuah reruntuhan gereja yang dibangun pada tahun 1131. Gereja ini hancur sebagai salah satu efek dari Dissolution of the Monasteries, atau bahasa Indonesianya : Pembubaran Biara-biara yang terjadi di masa kekuasaan Raja Henry VIII. Ceritanya Beliau ini adalah seorang raja yang gemar gonta-ganti istri dan selingkuh gitu, padahal hal tersebut dilarang di agama Katolik. Raja Henry VIII bersiteru dengan Sri Paus dan pada akhirnya beliau memutuskan untuk membuat peraturan untuk membebaskan gereja Inggris dari Gereja Katolik Roma. Kemudian Beliau kayak bikin aliran agama sendiri gitu deh dengan dirinya sendiri yang menjadi pemimpin tertingginya. Yeah, one of the perks of having a power is you can invent your own religion. Akibatnya pada masa itu banyak biara, gereja, dan tempat beribadah lain yang dihancurkan.

Jadi pengen KPR rumah di sini.

Meskipun di sana pakai bahasa Inggris, Wales sebenarnya punya bahasa sendiri yaitu Welsh, yang kalau dilihat dari foto di atas lucu banget bahasanya. Berasa ngeliat tulisan yang diketik orang mabok.

Tintern Abbey


Reruntuhan aja cantik gini.




Kumpul geng truck se-Tintern *ngarang



Di sini kami punya waktu yang agak lama untuk makan siang. Tapi dari awal, guide kami udah mewanti-wanti untuk spare waktu yang lama kalau pengen makan di restoran supaya nggak ketinggalan bus. Soalnya, orang Wales itu selo banget hidupnya. Demen ngajak ngobrol, basa basi, dan intinya kalo masak dan nyiapin makanan itu bakal lama banget lah. Untungnya saya dan Rita udah bikin bekal sebelum berangkat di flat. Karena ternyata apa yang dibilang oleh tour guide itu bener banget. Temen-temen saya yang lain nunggu makanan sekitar satu setengah jam dan mereka ngabisin makanan itu di 5 menit terakhir (padahal porsinya gede bangeeet) dan ditambah harus lari-lari ngejer bis. Kocak banget ngeliat muka mereka yang udah kelaperan berat dan selalu memandang penuh harap tiap ada pelayan yang dateng bawa baki makanan. Oiya di sini saya nyobain makan Welsh cake dan Welsh tea yang lumayan enak (tapi lupa difoto).

Akhirnyaaaa dateng :))



Lanjut lagi, perhentian terakhir kami hari itu adalah Chepstow, masih di Wales. Sedikit lebih 'kota' daripada Tintern, tapi tetep jauh lebih desa dari London (yaiyalah menurut ngana aja, Mir). Saya suka banget kotanya karena kecil, sepi, dan tenang. 



Tintern Castle

Lagi-lagi, tulisan orang mabok :))

Oiya kota ini adalah tempat di mana J.K Rowling bersekolah waktu SD gitu deh, jadinya ada sebuah jalanan pertokoan yang katanya juga jadi inspirasi dia dalam menciptakan Diagon Alley, karena jalan tersebut dia lewati setiap hari waktu pergi ke sekolah.

Sepi, selo, ga serba buru-buru macam London.

Diagon Alley, lebih mirip yang di London sih sebenernya.




Di sini juga mengalir sungai Wye dengan jembatan yang membentang sekaligus sebagai pembatas antara Wales dan England. Kata tour guide saya, you can do corny thing here, to stand in two countries at the same time. Okay, mari laksanakan!

Jembatan pemisah England dan Wales

Bukti bahwa saya pernah ada di dua negara dalam waktu bersamaan #penting.

England and Wales, checked. Semoga abis ini bisa kesampaian ke Northern Ireland dan Scotland!

12 comments:

  1. Perjalanan impian banget ini Mir, bagus2 gituu fotonyaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Soalnya pemandangannya emang udah bagus, Mbaak. Jadi fotonya ikutan bagus :))

      Delete
  2. Paraaahh wales kinclong banget ya! Mbak orang sana emang rapih rapih ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Tintern, Gloucester, dan Chepstow memang kinclong abis. Bath juga. Tapi kalo London...... kumuh banget, sampah di mana2. Mungkin kesimpulannya, orang2 desa lebih rapih2 dari kota ya.

      Delete
  3. Istilah 'Inggris' tu emang membingungkan ya. Aku juga baru paham perbedaannya setelah baca artikel ini https://kutukamus.wordpress.com/2016/05/09/inggris/

    ReplyDelete
  4. Matahari! Satu hal yang dikangenin waktu ke Inggris dulu adalah matahari (sama tiket museum yang murah). Tapi dulu gak sempet ke Wales sih. Btw Irish sama Scottish itu kayaknya tulisannya juga agak-agak susah dibaca gitu deh. Nice photos, Mira!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, padahal kalau pas di Jakarta ngeluh panas terus. Di sini malah jadi kangen matahari.
      Thanks Bama!

      Delete
  5. so, where is the corny thing yo do mir? hahahaha
    enjoooooy UK bangeeets ya!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. laaah itu ken, foto di perbatasan dua negara. haha.
      yoih, study hard, play harder :))

      Delete
  6. bagus bangett, pengen kesana :')

    ReplyDelete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS