Seven Sisters

Tuesday, February 21, 2017


"Sorry, is this Seven Sisters?", sebelum turun saya bertanya memastikan lagi ke mamang supir bus 12A, kalau saya nggak salah turun.
"No need to sorry, and yes, it is Seven Sisters. Have a good day!", jawab si mamang sambil nyengir.

Hari Jum'at yang lalu, di tengah padatnya deadline yang menampar tanpa ampun sejak awal semester 2 dimulai, saya memutuskan untuk mengambil nafas sejenak dan musuhan dulu dengan yang namanya layar komputer. Setelah konsultasi dengan personal advisor perpiknikan (haha) dan sedikit riset, maka Seven Sisters lah yang terpilih untuk jadi destinasi kabur kali ini. Awalnya saya ingin pergi sendirian, tapi ternyata salah satu teman saya yang juga gak punya kelas di hari Jum'at mau juga diajak ikutan. 


Perjalanan kami dimulai di pagi hari dari Victoria Station, di mana kami akan naik kereta yang menuju Brighton, sebuah kota di pinggir pantai yang letaknya di selatan London. Perjalanan London - Brighton hanya memakan waktu satu jam. Dari Brighton, kami harus naik bus lagi menyusuri pinggiran pantai untuk menuju Seven Sisters. Pemandangan dari bus selama perjalanan aja udah oke banget, tips: pilihlah kursi di lantai 2, kalau bisa di kursi yang paling depan.

Sekitar satu setengah jam kemudian, bus berhenti di suatu tempat antah berantah, di mana yang terlihat hanyalah padang rumput luas dan satu box telepon yang random banget. Rasanya lagi kayak di potongan scene film. Dari sana kami harus jalan kaki lagi sekitar setengah jam menuju ke pinggir pantai. Beruntung banget hari itu super cerah dan ada matahari, suatu kejadian langka di saat winter seperti ini, dan bahkan saya akhirnya bisa lepas coat dan cuma pakai satu layer baju!

Pemandangan padang rumput luas, langit biru, domba-domba gendut, pantai, angin sepoi, dan matahari. Hari itu bahagianya komplit. I couldn't ask for more! Sejenak lupa sama semua coursework yang udah bikin saya makin jerawatan sebulan belakangan ini :(

Tempat bus kami berhenti

 Pintu masuk menuju jalan setapak ke pantai





Windows wallpaper in real life!



Pantainya nggak berpasir, tapi berkerikil.




Tanjakan naik ke atas tebing, efek rajin jogging sangat terasa di sini. Hahaha.




Seven Sisters juga jadi salah satu lokasi shooting Harry Potter, scene di mana portkey yang membawa Harry dan keluarga Weasley menuju piala dunia Quidditch mendarat. Kami menghabiskan waktu kurang lebih 4 jam di sini. Dari mulai trekking, foto-foto, sampai akhirnya chill tiduran sambil berjemur di rumput dan temen saya sampai ketiduran. Jam 4 kami segera beranjak untuk kembali ke Brighton, karena ada janji dengan teman-teman yang berkuliah di Brighton.






Karena lagi di pinggir laut, jadi makannya seafood platter. Ga tau ini beneran enak banget apa saya aja yang super kelaperan abis jalan kaki dan nanjak-nanjak.

Main ke Brighton Pier yang suasananya super jadul.

Brighton nightscape

Such a well-spent day! Saya jadi segar lagi dan siap ke London untuk kembali bertempur dengan deadline-deadline.

10 comments:

  1. Mbak Mira, ini bagus banget. Seru deh!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, tempatnya memang bagus banget :")

      Delete
  2. Foto-foto janjalan Mira di sana selalu baguuus :D

    ReplyDelete
  3. Pas liat landscape-nya langsung kepikiran "kok agak-agak mirip sama yang di Harry Potter ya?" Eh ternyata bener. Btw foto Brighton Pier-nya cool banget. Dapet banget suasana jadulnya.

    ReplyDelete
  4. Waah Seven Sisters cantik banget! Semangat bertempur dengan deadlines yaa, semoga semua lancar dan hasilnya memuaskan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Terima kasih banyak, Dixie! :D

      Delete
  5. i just found your blog and i have to say that i love reading your travel posts! and what camera u use? The shots are rlly nice <3
    xx, bella

    www.bella-moreway.blosgpot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi! I use Ricoh GR. Your shots are really nice as well! :D

      Delete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS