Isle of Skye

by - February 24, 2018

Tiap ada orang yang nanya rekomendasi tujuan wisata di Inggris, saya selalu menyebutkan Highland tanpa ragu-ragu. Scottish Highland adalah tempat paling favorit saya di Inggris, karena saya adalah tipe orang yang lebih suka pemandangan bukit-bukit hijau daripada perkotaan. Dari pertama kali main ke Highland pas winter kemarin, saya udah langsung jatuh cinta sama pemandangannya yang dreamy dan surreal

Totoro dan teman barunya di Skye

Di liburan easter tahun lalu teman saya, Irfan, berkunjung jalan-jalan ke Inggris dan mendaulat saya jadi guide gratisan. Karena saya yang berkuasa membuat itinerary-nya Irfan selama seminggu di UK, saya tentunya memasukkan Highland ke salah satu tujuan kami. Tapi karena pas pertama kali ke Highland saya sudah pernah main di daerah Glencoe, Loch Ness, dan sekitarnya, kali ini saya berhasil menghasut Irfan untuk main lebih jauh ke Utara, tepatnya ke Isle of Skye. Gampang banget ngebujuknya, tinggal tunjukin foto-foto Isle of Skye hasil Googling, tanpa mikir dua kali, Irfan langsung bilang oke. Haha.

Perhentian pertama : Loch Lomond

Sebenarnya, cara paling asik untuk menjelajah Scottish Highland itu adalah dengan nyewa mobil dan nyetir sendiri, karena sepanjang jalan pemandangannya bikin pengen berhenti-berhenti terus. Ditambah lagi, tentunya kita juga jadi lebih bebas dan fleksibel untuk nentuin rute dan durasi perjalanan. Tapi berhubung kalau nyewa mobilnya cuma berdua doang malah jatuhnya jadi lebih mahal, akhirnya kami memutuskan untuk ikutan tour saja. Tour yang kami ikuti saat itu adalah Rabbie's tour dengan start point dari Glasgow dan berdurasi 3 hari 2 malam.





Cerah! Dulu ke sini waktu winter dan beda banget suasananya. 

  

Domba-domba yang fluffy.

Glencoe

Pemandangan di sepanjang perjalanan yang surreal begini. 

Is it Mars?


Pengen KPR rumah yang di seberang itu deh rasanya.

Commando memorial


Singgah di Eilean Donan Castle.

Kastil ini terletak di sebuah pulau kecil dan dibangun di abad ke-13!


Sesuai dengan namanya, Isle of Skye terletak adalah sebuah pulau yang terpisah dari pulau Inggris. Tak jauh dari Eilan Donan Castle, ada Skye Bridge yang menghubungkan kedua pulau tersebut. Langit lumayan cerah ketika kami menyeberangi Skye Bridge namun tak lama setelah kami sampai di Skye, hujan deras beserta badai angin pun turun. Tour-guide kami (duh, lupa namanya) yang logatnya Scottish banget tapi suka nasi goreng itu bilang kalau ini adalah hal yang biasa. Cuaca di Skye memang labil banget dan hampir selalu 'basah'. Dia meminta kami semua untuk berdoa banyak-banyak agar besok cuacanya cerah karena besok kami akan menjelajah di Skye.

Di Skye, rumah-rumah terlihat lebih jarang dibandingkan dengan kawasan Highland yang masih berada di pulau utama Inggris. Padahal di Highland aja rasanya rumah-rumah udah jarang banget, tapi ternyata di Skye jauh lebih sepi! Sejauh mata memandang cuma hamparan bukit-bukit hijau atau berbatu, domba-domba, danau, dan rumah yang terletak saling berjauhan. Kayaknya saya perlu mempertimbangkan untuk KPR di Skye juga deh.

Malam itu kami bermalam di Portree, kota yang lumayan ada penghuninya di Skye. Di sana supermarketnya cuma satu dan cuma ada satu hostel yang sayangnya penuh. Karena tidak ada opsi menginap lain yang lebih ramah kantong, jadinya saya dan Irfan pun terpaksa untuk upgrade menginap ke Bed and Breakfast yang fancy dan lumayan bikin kantong jebol. 

Portree, kota yang paling ramai di Skye.

Almondbank Guesthouse, Portree


Fancy bangettt *elus-elus kantong yang robek


Meskipun kantong lumayan robek pas menginap di sini, tapi ternyata emang sebanding sama apa yang didapatkan. Bu Evi, yang punya guesthouse ini, orangnya baik dan ramaaah banget. Dia bikinin kami sarapan smoked mackerel yang enak banget dimakan pake poached egg dan jamur anget-anget. Belum lagi view kamarnya yang juara. Yaaa, gapapalah ya sekali-kali nginep mevvah begini. Masa empet-empetan di dorm isi 10 terus sih *pembenaran.


Keesokan paginya, kami dijemput di guesthouse untuk mulai menjelajah Skye. Pas pamitan sama Bu Evi, dia kaget ngeliat baju saya dan Irfan yang seadanya banget. Ya abisnya gimana lagi yaa, kirain kan kalo udah musim semi ga perlu lagi pakai coat winter nan tebal itu.

"Are you sure you want to go out like that? Look at the weather, wear something warmer!", katanya.

Bu Evi pun langsung ngubek-ngubek lemarinya dan minjemin saya dan Irfan coat anget yang windproof dan waterproof. Pas bantuin saya pakai coat-nya, dia cerita kalau di Skye kita harus siap-siap basah setiap saat. Pagi itu memang langit terlihat gelap sekali dan keliatannya bakal hujan seharian.

"This is just a normal weather in Skye! You have to be super lucky to get a sun. Even in the summer", kata Bu Evi sambil ketawa.

Baiklah.

Pakai jaketnya Bu Evi. Sedih karena hujan :(


Hari itu hujan turun deressss banget sepanjang hari. Sebenernya hujannya sendiri gak terlalu masalah karena kami pakai jaket super pinjeman Bu Evi. Tapi yang paling ngga enaknya adalah anginnya yang kayak bisa niup orang! Bubar sudah semua itinerary kami hari itu.


Pas ngambil foto ini, saya rasanya udah kayak mau ketiup ke laut. 

Mau kemana ih hujan-hujanan begini? 


Agak sedih sih hari itu karena dari kaca mobil saya bisa lihat kalau Skye ternyata indah banget meskipun ketutupan kabut tebal dan hujan. Tapi bener-bener gak bisa apa-apa dan, lebih sedihnya lagi, besok harus udah cabut dari Skye untuk balik ke Glasgow.

"Well, I guess we're all unlucky. But I hope you've got the idea of how beautiful Skye is", kata tour-guide kami hari itu.

Keesokan harinya, hari tiba-tiba cerah! Kesel ga sih. Di perjalanan menuju Glasgow, kami berhenti sebentar di spot ini. 

Skye dengan langit biru! 




Mampir di Loch Ness di perjalanan pulang. 


Rasa penasaran saya terhadap Isle of Skye rasanya belum benar-benar terjawab. Di perjalanan sambil meratapi cuaca yang hari itu cerah banget, saya bertekad kalau suatu hari saya harus banget balik ke Skye lagi!

Sampai jumpa lagi ya, Skye. Please lebih bersahabat lagi ya dengan saya di hari kita berjumpa kembali!

You May Also Like

2 comments

  1. why oh why so pretty! yakin banget aku aslinya buagus banget! itu pajangan ikan wader biru kamu bawa pulang gak mir?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa, cantik banget tin. tapi emang ga banyak foto2 sih karena dr dalam mobil terus. ikan wader setelah melalui pergolakan batin yg cukup panjang akhirnya..... ga dibawa pulang :))

      Delete