Finally, Iceland!

Friday, August 17, 2018


Prolog :
Hari Minggu siang, Mira kecil sedang bermalas-malasan di depan televisi. Saat itu televisi sedang menayangkan tayangan dokumenter mengenai Northern Lights atau Aurora Borealis di Iceland. Pemandangan cahaya hijau terang yang menari-nari di langit malam yang gelap terasa dreamy dan surreal sekali. It’s otherwordly. "Bisa ga ya, aku liat itu dengan mata kepalaku sendiri?", pikirnya di dalam hati. 
Beranjak ke SMA, Mira remaja suka sekali mendengarkan band beraliran shoegaze dari Iceland, Sigur Rós. Keinginan untuk mengunjungi negara asal band tersebut makin menggebu-gebu setelah ia menyaksikan film dokumenter Sigur Rós yang berjudul Heima.

10 tahun berlalu, akhirnya Mira berhasil menginjakkan kakinya di Land of Fire and Ice :')

Setelah menyelesaikan masa studi Master tahun kemarin, saya menghadiahi diri saya sendiri dengan sebuah trip ke negara yang sudah lama ada di urutan pertama bucket list saya. Usaha saya untuk super berhemat selama setahun dengan cara memasak makanan sendiri setiap hari, membeli baju bekas di charity shop, dan berjalan kaki ke manapun, akhirnya terbayar.

Iceland menyambut saya dengan pendaran cahaya terang berwarna hijau yang menari-nari di atas gemerlap cahaya lampu-lampu kota. Pemandangan yang saya saksikan dari jendela pesawat sebelum mendarat tersebut membuat saya tersentak. I cried a bit, slap my face hard to prove that it was not a dream.



Negara yang punya luas 103.000 km2 ini cuma ditinggali oleh 348,580 orang. Terlebih lagi, dua pertiga dari populasinya itu ada di Reykjavik, yang merupakan Ibukota dari Iceland. Coba deh, bandingin dengan Jakarta yang udahlah luasnya cuma 661,5 km2, tapi dihuni oleh sekitar 10 juta penduduk (data 2011).

Makanya gak heran, selama di Iceland, sejauh mata memandang bakalan jaraaaang sekali melihat manusia dan peradaban. Yang ada hanya hamparan rumput hijau, bukit-bukit, es balok, dan kuda. Benar-benar sebuah penyegaran bagi yang terbiasa hidup di hiruk pikuk Ibukota.

Reykjavik


Di tulisan kali ini, berhubung banyak yang nanyain, saya ingin membahas tips praktis untuk orang-orang yang ingin berkunjung ke Iceland juga.

How to get there?

Untuk menuju Iceland, cari pesawat tujuan Kevlafik International Airport di Reykjavik. Kalau dari Indonesia, kita bisa transit di Amsterdam, Paris, London, atau kota-kota besar lainnya di Eropa. Biar murah, pilih low-cost airlines seperti WOW Air, Wizz Air, atau Easy Jet.

Visanya gimana?

Iceland termasuk ke dalam himpunan negara-negara Schengen. Pemegang visa Schengen mendapatkan akses untuk masuk ke sebagian besar negara-negara di Eropa daratan. Tapi berhubung Iceland tidak punya perwakilan negara di Indonesia, kita bisa mengurus visa Schengen melalui negara yang kita singgahi sebelum ke Iceland. Misalnya, jika kamu naik pesawat ke Reykjavik via Belanda, kamu bisa mengurus visa Schengen via kedutaan Belanda.

Tapi, kalau misalnya transitnya via London, kamu harus urus visa Inggris dan Schengen secara terpisah, ya. Berhubung Inggris tidak termasuk di daftar negara Schengen.

Getting Around


Penyewaan Mobil

Karena objek wisata Iceland benar-benar tersebar dan hampir tidak ada angkutan umum yang melintas (atau mungkin ada tapi emang kurang praktis aja kayanya), cara paling bener untuk keliling-keliling di Iceland ya dengan sewa mobil. Begitu sampai di bandara Kevlafik, akan ada banyak sekali tempat penyewaan mobil. Bahkan sampai ada shuttle bus dari terminal ke tempat pool penyewaan mobilnya. Nantinya, mobil yang kita sewa juga bisa dipulangkan di bandara.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyewa mobil di Iceland:
  • Setir mobil ada di sebelah kiri sementara mobil akan berjalan di jalur kanan (kebalikan dari Indonesia)
  • SIM Indonesia berlaku di sana! Jadi gak perlu susah-susah bikin SIM Internasional
  • Lebih baik book mobil secara online sebelum sampai di Iceland. Yang terkenal ada Nifty, Europcar, dan lain-lain lah banyak banget pokoknya bisa Googling. 
  • Diwajibkan punya kartu kredit untuk sewa mobil, sesuai dengan peraturan lokal di sana. Kalau ga punya kartu kredit, diwajibkan untuk deposit uang cash dengan jumlah yang gede banget.
  • Kartu kredit yang dipakai juga harus atas nama orang yang menyewa mobil, dan orang yang menyewa mobil harus bertindak sebagai driver (yang artinya, harus sama namanya dengan SIM yang nanti akan diperiksa). Intinya sih, calon supir harus punya SIM (yaiyalah ya) dan kartu kredit.

Where to go?


Rute yang terkenal di Iceland dan wajib dikunjungi adalah Golden Circle di mana terdapat Þingvellir National Park, Gullfoss Waterfall, dan Geysir. Setelahnya, kebanyakan orang akan bergerak ke daerah Selatan menuju Barat ke Seljalandsfoss waterfall, Skógafoss waterfall, Vik Black sand beach, dan tempat paling terkenal yaitu Jökulsárlón glacier.

Gullfoss Waterfall

Seljalandsfoss waterfall

Tapi kalau punya waktu yang lebih banyak lagi, bisa banget berkeliling dari Reykjavik ke Barat menuju Vik, lanjut ke Utara ke Akureyri, hingga kembali lagi ke Reykjavik. Disesuaikan saja dengan waktu dan biaya. Hehe. 

Skógafoss waterfall

Black Sand Beach

Jökulsárlón glacier

Kemarin sih saya dan teman-teman berkeliling 5 hari dari mulai Reykjavik hingga ke Barat menuju Djupivogur, lalu kembali lagi ke Reykjavik.

Trus, kalau perginya sendirian gimana, dong?

Kalau kamu pergi sendirian dan gak memungkinkan untuk sewa mobil sendiri, ada alternatif lain di mana kita bisa ikut tour ramean naik bus / van gitu. Tapi masalahnya, sebagai perbandingan, harga 1-day tour dari Reykjavik dengan tujuan Golden Circle bisa berkisar di 100 pounds (hampir 2 juta Rupiah). Padahal, kalau kita sewa mobil, uang yang dikeluarkan selama 5 hari termasuk bensin juga 100 pounds (setelah dibagi 4 orang).

Jadi, pesan moralnya, cari seengganya 3 orang teman yang bisa kamu ajak ke Iceland untuk patungan mobil.

Where to stay?


Salah satu AirBnb favorit saya, letaknya di peternakan gitu :D

Pilihan menginap paling murah dan nyaman untuk orang yang budgetnya pas-pasan kayak saya ya AirBnb. Pilih tempat menginap yang searah dengan rute roadtrip kamu biar gak bolak-balik. Kemarin kami menginap di 5 AirBnb berbeda selama 5 hari, menyesuaikan dengan kota yang kami singgahi di tiap harinya.

Kenapa saya suka nginep di AirBnb selain karena murah (karena patungan) juga karena biasanya ada dapurnya. Berhubung di Iceland yang sepi banget itu jarang banget keliatan warung makanan (dan kalau ada pun pasti mahal), kami sangat bergantung banget dengan dapur di AirBnb untuk masak makan malam dan bekal makan siang.


Makan Apa?

Jujur karena memang budget kami super terbatas, kami menggantungkan hidup ke Indomie dan beras instan yang dibawa dari London. Sebagai lauk pelengkap, kami beli telur dan ayam di supermarket seperti Bonus dan Kronan. Buat perbandingan betapa mahalnya harga makanan di Iceland, harga telur di sana itu sekitar 4x lipat dari harga telur di London :(

Tapi di hari terakhir kami akhirnya makan lumayan mewah di Reykjavik. Saya makan Arctic char yang di-grill di pan dengan mentega, madu, dan almond. Enak banget ya ampun.


Jadi, liat Aurora ga?

Sayang sekali saudara saudara, Aurora yang saya lihat di pesawat sebelum landing ternyata adalah Aurora pertama dan yang terakhir saya lihat. Perburuan Aurora kami gagal besar, ya karena dingin dan ga terlalu niat juga sih berlama-lama stay di luar nungguin Aurora. Saran saya sih, ikut Aurora tour aja dari Reykjavik yang jelas-jelas dipandu oleh guide lokal yang lebih berpengalaman.

Untuk yang mau niat hunting sendiri, rajin-rajin untuk cek radar Aurora secara berkala di http://en.vedur.is/weather/forecasts/aurora/, untuk cari tau daerah mana yang Aurora-nya sedang aktif dan tidak ditutupi oleh awan.

Tapi ya, Iceland tanpa Aurora pun udah cukup menyenangkan kooook. Definitely the most beautiful place on earth that I've ever visited. Dari awal banget saya udah menanamkan kalau tujuan pertama saya ke Iceland bukan semata-mata Aurora saja. Anggap saja itu bonus biar gak terlalu kecewa kalau ga dapet. Karena namanya cuaca ya bergantung banget sama keadaan alam yang tidak pasti.

When to Visit?

Bulan paling ideal itu sebenarnya ada di sekitar September, peralihan dari musim panas ke musim gugur, dan Maret, peralihan dari musim dingin ke musim semi. Saat itu cuaca tidak terlalu dingin, dan ada durasi malam yang lumayan panjang sehingga ada kesempatan yang lebih besar untuk melihat Northern Light.

Tapi meskipun disebut 'gak terlalu dingin', untuk ukuran Iceland YHA TETEP AJA DINGIN NAMANYA JUGA ICELAND GITU #gasantai.  

Di musim panas (Juli - Agustus), cuaca akan jauh lebih hangat. Tetapi, berhubung siangnya lebih lama dan pengaruh letak Iceland yang ada di Utara menuju ke kutub, akan ada fenomena Midnight Sun di mana matahari akan tetap bersinar di malam hari. Jadinya Auroranya gak keliatan.

Jadi yha silakan pilih aja.

Tips

  • Ada pepatah Iceland yang mengatakan bahwa "If you don't like the weather, just wait for 5 minutes", yang ternyata memang benar adanya. Jadi jangan kaget kalau tiba-tiba berhadapan dengan hujan badai dengan angin yang kencang, dan 5 menit kemudian langit cerah berpelangi.
  • Bersiap basah dengan menggunakan busana yang waterproof (jaket waterproof dan windproof adalah koentji), dan kalau bisa jangan pakai jeans dan sepatu lari karena kalau lagi basah ga enak banget (pengalaman pribadi).
  • Layering is the key! Untuk makhluk tropis macam kita-kita ini, bekali diri dengan thermal underwear yang bisa menjaga suhu tubuh agar tetap hangat.
  • Jaga stamina karena cuaca yang sangat ekstrim biasanya akan bikin kita cepat drop.
  • Patuhi peraturan, terutama dalam berkendara. Ga usah ngebut-ngebut dan sok-sokan off road.
  • Enjoy Iceland to the fullest!

Cukup bangga untuk bilang ini setelah berhari-hari diterpa cuaca tak menentu

Baiklah! Akhirnya selesai juga tulisan yang sudah berminggu-minggu mengendap di draft. Segitu dulu aja kali ini, kalau ada pertanyaan lebih lanjut bisa ditulis di kolom komentar yaaa~

4 comments:

  1. Salah satu temen kantor di kantor lama juga tertarik sama Iceland gara-gara nonton Heima, dan akhirnya dia ke sana tahun kemarin atau dua tahun lalu gitu kalo gak salah. Dan dia juga cerita betapa mahalnya makanan di sana. Mungkin saya harus nonton Heima juga biar kesampean ke sana. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. It's a beautiful movie! Semoga kesampaian juga main ke Iceland suatu saat :D

      Delete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS