Singgah Setitik di Reykjavík


 

Meskipun Reykjavík adalah salah satu kota impian saya, lucunya saat ke Iceland kemarin kota ini malah cuma disinggahi sekejap saja. Soalnya, saya dan teman-teman memang pada akhirnya lebih banyak menghabiskan waktu di jalan mengelilingi Iceland. Terlebih lagi, di Reykjavík harga penginapannya lumayan mahal, makanya di hari pertama sampai dan di hari terakhir, kami memilih menginap di pinggiran luar kota.

Malam terakhir setelah insiden jalan kaki 8km menuju puing-puing pesawat, kami menginap di kabin kecil yang hangat. Meskipun kecil, kabinnya sangat lengkap dan nyaman. Malam itu kami memasak makan malam, lagi-lagi dengan menu indomie goreng, telur, dan nasi instan. Sedih meratapi menu yang itu-itu saja selama perjalanan di Iceland (selain KFC yang kami makan di hari ke-3), kami pun berniat untuk makan enak sebelum pulang ke London. Seperti biasa, tugas untuk mencari tempat makan diemban oleh Dharma yang langsung lihai berselancar di TripAdvisor untuk mencari tempat makan enak tapi ramah di kantong.


Dapur super compact, yang kiri itu oven + ada kompor induksi di atasnya 


Setelah makan dan mandi air hangat, saya pun tewas tak sadar diri, hingga tidak ingat lagi misi untuk berburu Aurora. Padahal malam itu adalah malam terakhir kami di Iceland. Ya sudahlah, seengganya udah sempat lihat dari pesawat sebelum landing di Reykjavík, saya menghibur diri di dalam hati. 

Saya tewas hingga pagi hari, dan akhirnya baru sadar kalau ternyata kabinnya terletak di tengah-tengah peternakan, soalnya kemarin malam kami semua gak liat apa-apa karena sudah gelap dan minim penerangan. Peternakannya bagus dan peaceful banget, rasanya langsung ingin fix ambil KPR di sini. Nuansanya kayak di game Harvest Moon; ada kuda dan kambing yang sedang asik merumput persis di depan kabin kami. Saya coba dekati dan ingin foto, tapi ternyata ada pagar pembatas yang dialiri listrik. Loh kok tau? Karena saya sempat megang dan nyetrum dikit :( Langsung saya urungkan diri untuk foto-foto lagi dan bergegas kembali ke dalam kabin untuk packing

Hari itu kami semua excited sekali karena akan makan enak dan akhirnya melihat peradaban di Reykjavík sebelum pulang ke London. Setelah beberapa hari berkelana di Iceland yang sepi, rupanya kami semua tetaplah bocah kota yang masih rindu keramaian. 

Lah piye padahal tadi katanya mau KPR di sini? wkwk

Cabin in the farm

Ga sempet pamitan sama host karena beliau ga ada di rumah, jadi ninggalin gambar ini di buku tamu


Di tengah jalan menuju Reykjavík, kami lihat pemandangan yang gak biasa; ada sofa dan TV di pinggir danau. Tampaknya sih ini sebuah art installation gitu. Weird, in a good way.


 Bener-bener out-of-nowhere



Akhirnya sampai lah kami di Reykjavík dan melihat peradaban sesungguhnya. Berhubung populasi Iceland cuma 364,260 orang (FYI, di Jakarta ada 9 juta orang!), Ibukota-nya pun berasa seperti desa. Sepi bangeet! 

Karena harus mengejar flight ke London, waktu kami hanya sebentar untuk keliling Reykjavík. Saat sampai di sana kebetulan restoran yang kami incar belom buka, jadinya kami parkir dan memutuskan jalan kaki di sekitar situ saja. Saat itu ada insiden menegangkan karena mesin parkirnya rusak. Jadi di Iceland sistem parkirnya mirip-mirip di UK, yaitu 'pay and display'. Sesuai namanya, kami harus bayar di mesin dan majang receipt-nya di kaca depan mobil. Tapi entah kenapa saat itu mesin parkirnya rusak jadinya kami ngga bisa bayar. Sempat panik tapi pas lihat sekitar tidak terlihat ada polisi / satpol PP yang ngecek-ngecekin mobilnya. Akhirnya kami cuek saja ninggalin mobil tanpa bayar parkir, meski sedikit was-was takut tiba-tiba ada surat tilang yang kayaknya akan ngosongin tabungan :") 

Danau di dekat restoran 



Setelah ngider-ngider sampai jam 11, akhirnya restorannya buka. Karena kami udah nungguin di depan bahkan sebelum dia buka, kami resmi jadi pelanggan pertama hari itu. Nama restorannya Messinn, dengan spesialisasi menu seafood yang disajikan di pan

Pas baca menu.. bahasa apa iniii? Berasa lagi karaoke lagu Sigur Rós.

 Oh ternyata ada Bahasa Inggris di baliknya. Haha

Setelah galau mau pesen apa (tentu saja Libra being Libra), akhirnya saya memutuskan untuk memesan Arctic Char yang dimasak dengan madu, almond, dan butter. Seru sekali kan kedengarannya! Harga makanannya ternyata gak semahal yang saya kira. Berhubung kemarin-kemarin pas belanja nyadar kalau harga telur di Iceland itu harganya 3-4x harga telur di UK, jadinya saya udah expect akan bangkrut ketika makan fancy begini. Tapi ternyata, untuk makan di restoran begini kalau di-kurs-in cuma 11 pounds (sekitar 230ribu Rupiah), yang mana sama aja kalau dibandingkan dengan harga makanan di resto di London. Kalau di Indonesia sih ga usah ditanya ya, nambah dikit lagi udah bisa makan di Gyukaku.

You know you're in a decent restaurant when you have this nice bread as a starter, for free 

Pesanan kami semua datang dan disajikan di dalam pan yang masih panas. Warna Arctic Char saya ternyata bagus banget, dagingnya agak kemerahan mirip salmon. Ikannya di-grill di pan dengan butter dan madu, dan ada topping almond di atasnya untuk menambah tekstur. Sebuah ide yang brilian! Ikannya ditemani oleh salad (sepertinya bayam dan rockets), cherry tomatoes, dan kentang. Rasanya enaaaak sekali dan nyaman di mulut, bikin saya langsung auto sayang. Makannya sambil nahan nangis terharu setelah beberapa hari kemarin makan masakan darurat selama roadtrip :))

Pretty colourss 

Closer look~ 

Luarnya agak crispy dan caramelized oleh madu. Duh jadi ngiler pas nulis ini 

Pesenan temen sebelah, Icelandic Plokkfiskur - dimasaknya pake white wine






Setelah makan kami masih sempat jalan-jalan sedikit untuk beli souvenir. Meskipun sedih ga sempat explore Reykjavík (baru tau ada penis museum di sini! haha), tapi senang sekali akhirnya bisa makan enak untuk menutup perjumpaan dengan Iceland. 

Pas nulis ini, saya jadi kangen sama Arctic Char dan Iceland. Balik lagi apa yaaa?

 Proudly said that: I survived Iceland! (re: the weather)

4 comments

  1. Makanannya looks deliciousss, to be honest saya juga waktu ke sana nggak coba begitu banyak makanan lokal mba, soalnya saya agak susah makan yang belum familiar di lidah :"D alhasil waktu itu lebih pilih groceries dan masak sendiri saja, meski sesekali berkunjung ke cafe demi cari desserts enak. Hehehe. Tapi setelah lihat foto makanan di atas, rasa-rasanya, jadi ingin kembali untuk coba beberapa makanan lokal :9

    Semoga nanti bisa ambil KPR di sana ya, mbaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. It was delicious indeed! Saya juga tadinya ragu pas nyobain makanan di sini, takut failed, tapi ternyata enaak. Aamiin! Semoga bisa KPR sambilan jualan nasi padang. Hehe

      Delete
  2. seru bgt sih pasti roadtrip di iceland, apalagi ngetripnya pake renault twingo yang cute bgttt.. kalau ntar jalan ke sana, pgn roadtrip pake twingo juga ah,, :D

    wuih, makannya darurat terus ya,, alhamdulillah bisa merasakan yg enak2 di akhir perjalanan :D

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah berhubung ga terlalu paham mobil, jadi ga sadar kalau mobil yg disewa kemarin istimewa, berhubung milihnya yang paling murah. aamiin, semoga bisa roadtrip di Iceland juga yaa!

      Delete