Tips Berhemat di London

Monday, November 28, 2016

London memang terkenal sebagai kota yang mahal. Tapi setelah 2 bulan hidup di kota ini, saya dan teman-teman sedikit banyak jadi tau gimana cara menyiasatinya. Berhubung Justin, yang katanya tahun depan mau ke piknik ke sini request tulisan tentang tempat gratisan di London, saya pikir kenapa gak sekalian aja saya nulis tentang tips berhemat di London, mumpung saya juga lagi mumet ngerjain kodingan coursework yang banyak errornya (malah curhat).

Semoga info recehan ini berguna untuk kalian-kalian yang akan berkunjung atau bersekolah di sini.



1) Akomodasi

Poin ini adalah salah satu yang susah banget untuk diakalin. Ngerasa harga kos-kosan di Jakarta mahal? London lebih gila lagi. Kosan saya kalau dirupiahin aja seminggunya bisa 2 juta lebih :(

Jadi pada dasarnya London itu dibagi jadi beberapa zona, yang akan berpengaruh ke ongkos transportasi dan harga akomodasi. Zona 1 adalah central London, lalu selanjutnya ada zona 2 sampe 6 atau 9 gitu yang paling jauh. Tourist attraction kayak Big Ben, Tower Bridge, Buckingham Palace, Trafalgar Square, Oxford Circus, museum, kampus, pokoknya tempat-tempat yang akan sering dikunjungi itu biasanya ada di zona 1 dan 2. Kesimpulannya adalah, makin jauh jarak akomodasi dari pusat kota, maka akan lebih murah harganya. Tapi sayangnya itu berbanding terbalik dengan ongkos transportasi yang makin mahal. Pusing ya? Haha. 

Wombat's City Hostel di zona 1, hostel saya pas pertama kali sampai di London. Lokasinya strategis dan harganya sesuai dengan fasilitasnya yang super oke.

Kuncinya : kalau nemu akomodasi di luar zona 1 dan 2, cek ongkos yang kira-kira akan dikeluarkan dan waktu tempuh yang akan dihabiskan setiap harinya. Lalu bandingkan dengan akomodasi di zona 1 dan 2.  Apakah semua itu worth it? Soal transportasi akan kita bahas di point berikutnya.

2) Transportasi

Ada dua transportasi utama di London: tube (kereta bawah tanah) dan bus. Ada taksi dan Uber tapi nggak akan dijelasin di sini berhubung mahal. Haha.

Tube (London Underground)

Tube harganya bergantung dengan zona. Untuk perjalanan antara zona 1 dan 2, ongkos satu kali perjalanan pay-as-you-go itu 2.4 pounds di off-peak hour dan 3.3 pounds di peak hour (06:30 - 09:30 dan 16:00 - 19:00). MAHAL YA? IYA. Kalau di luar zona 2, beda lagi harganya.

Pembayarannya menggunakan oyster card (mirip e-money atau Flazz yang dipake di KRL Jabodetabek) yang bisa dibeli dan di-topup di stasiun. Selain sistem pay-as-you-go, untuk mahasiswa dan orang-orang yang rutin commute tiap hari, biasanya mereka beli travelcard (semacam tiket langganan gitu; ada yang bulanan, harian, dan tahunan). Harga langganannya berbeda-beda tergantung zona, tapi dengan tiket langganan ini kita bisa bebas naik tube sepuasnya di zona yang termasuk langganan kita. 

Tapi kadang-kadang langganan travelcard juga rugi kalau kita gak rutin naik tube tiap hari. Jadinya, untuk yang gak mau langganan dan pengen tetep pakai pay-as-you-go, untungnya di tube ini ada sistem daily cap, yaitu jumlah maksimum yang akan di-charge tiap harinya. Untuk zona 1 dan 2, daily cap-nya adalah 6.5 Pounds. Jadi jika dalam waktu 24 jam kita sudah melakukan perjalanan tube dengan total 6,5 Pounds, maka perjalanan selanjutnya kita ga akan di-charge, alias gratis.

Peta jaringan tube di London yang ruwet

Untuk turis : ada baiknya bikin itinerary yang jelas jadi dari awal udah ada gambaran kira-kira dalam satu hari naik tube-nya berapa kali dan di zona berapa aja. Lalu hitung mana yang paling menguntungkan: langganan travelcard atau pay-as-you-go dengan sistem daily cap. Tarif daily cap dan travel card bisa dilihat di sini.

Untuk mahasiswa : buat kartu 18+ Student Oyster Photocard yang akan ngasih diskon 30% untuk langganan travelcard. Dan buat juga kartu 16-25 Railcard (untuk perjalanan kereta keluar London) yang akan ngasih kamu diskon 30% di seluruh perjalanan kereta ke semua kota di UK, dan juga (ini favorit saya) bisa dihubungkan dengan Oyster kita sehingga tarif pay-as-you-go nya ikutan kena diskon di jam-jam off-peak! Jadi misalnya harganya 2.4 Pounds, kita cuma perlu bayar 1.6 Pounds saja. Saya sendiri karena bisa jalan kaki dari flat ke kampus, masih tetap teguh dengan Oyster pay as you go yang dihubungkan ke Railcard.

Bus

Untuk bus, ongkos sekali naik cuma 1,5 pounds dan berlaku hopper-fare. Hopper-fare itu adalah 2x perjalanan bus dengan harga 1x, dengan catatan perjalanan ke-2 dan ke-1 jaraknya nggak lebih dari 1 jam. Misal kita dari Mile End mau ke Oxford Circus, tapi perlu transit dan ganti bus di Liverpool Street, kita cuma bayar ongkosnya 1x aja. Pembayarannya juga menggunakan Oyster. Di bus juga ada sistem daily cap dan cuma 4.5 pounds saja! Jadi pada intinya, dengan melakukan 3x perjalanan dengan bus, perjalanan selanjutnya di hari yang sama akan gratis. 



Oiya, pemegang travelcard bisa naik bus gratis sepuasnya ke zona berapa pun.

Kuncinya : harus istiqomah. Kalau mau naik bus ya bus aja seharian. Kalau mau naik tube ya tube aja, karena hitungan sistem daily cap bus dan tube itu berbeda. Saya pribadi sebenernya lebih suka naik bus, karena murah, lebih keliatan pemandangannya, gak perlu repot naik turun tangga, dan bisa sambil main pokemon. Cuma yang agak tricky itu adalah nyari bus stop yang bener, karena dalam satu tempat bisa ada 2-3 bus stop yang berbeda, tapi bisa diakali dengan aplikasi canggih bernama Citymapper.

PS : kalau ini adalah pertama kalinya kamu ke London, pastikan kamu sudah unduh Citymapper di smartphone-mu! I can't live without this application. Apps ini bisa ngasih tau rute kereta, bus, tepat ke jam-jam kedatangannya dan juga ongkosnya.

3) Makan

Kalau buat yang duitnya super ngepas kayak saya, makan di luar itu adalah hal yang super mewah. Soalnya, uang yang dikeluarkan untuk satu kali makan di luar (sekitar 6-10 Pounds) bisa untuk belanja groceries yang kalau dimasak sendiri bisa untuk 4 harian makan, udah termasuk beli ayam satu ekor atau daging. Jadi, kalau mau berhemat di London, maka kamu harus masak. Supermarket favorit saya adalah Lidl (ini murahnya kebangetan sih) dan ASDA. Ada juga Tesco dan Sainsbury, tapi tetep lebih murah ASDA dikit.

Jadi, hindari makan di luar dengan bawa kotak bekal. Untuk turis, cari hostel yang ada dapurnya. Dulu awal-awal sampai di London saya juga sempet nginep di hostel dulu sebelum masuk ke flat, dan selalu masak. Atau kalau lagi ga sempet masak, bisa juga beli makanan ready-to-go di supermarket yang disebutkan di atas atau di Marks & Spencer! Di sini M&S ga cuma jualan baju overprice kayak di Grand Indonesia, tapi juga ada supermarketnya, hehe. Dan makanan di M&S ini enak-enak. Salad, pasta, dan cookies pistachio-nya favorit saya!

Kalau terpaksa banget nih harus makan di luar, biasanya saya dan teman-teman sering beli satu porsi di-share ber-2 atau beli dua porsi untuk bertiga. Karena, porsi makanan di sini gede banget. Kalau buat cewe-cewe Indonesia sih cukup untuk berdua. Jangan lupa juga bawa tempat minum, karena air keran di London itu drinkable. Beberapa orang sih ogah minum air keran, tapi kalau saya sih minum-minum aja dan Alhamdulillah masih sehat. Haha. Di restoran juga biar hemat, kalau ditanya minum apa bilang aja "just tap water please", gratis bisa refill sepuasnya. Di sini harga air mineral botolan 600 ml lebih mahal dari harga 1 liter susu. Entahlah mengapa.

4) Belanja

Untuk mahasiswa, gak usah bawa jaket winter dari Indonesia. Karena selain berat dan menuh-menuhin koper (mendingan kopernya buat bawa bumbu dan makanan Indonesia), di sini harganya juga lebih murah, dan modelnya lebih beragam. Tempat andalan mahasiswa dan turis untuk belanja adalah Primark, yang karena emang murah meriah jadi ramenya naudzubillah. Lihat orang-orang belanja baju sambil dorong troli ya cuma di Primark. Pesan : jangan sampai kalap liat baju atau sepatu lucu di Primark, karena meskipun murah, tapi kualitasnya nggak banget.

Kalau saya dan teman-teman mahasiswa sih lebih suka thrifting di charity shop, yang jual barang-barang secondhand tapi masih bagus kondisinya. Jangan salah, kadang nemu coat-coat unyu dengan brand macam Zara, Topshop, atau Pull & Bear dengan harga 2 - 6 Pounds doang.

#ootd, coat : Zara (6 Pounds saja)

Untuk yang suka designer brand, bisa jalan agak jauh ke Bicester Village, sebuah desa yang isinya toko-toko branded dengan diskon yang lumayan. Tapi karena saya bukan pemerhati fashion, kebanyakan brand di sini malah saya gak pernah denger. Haha. Tapi kalau mau cari boots Timberland, Clarks, dan jam tangan Fossil yang murah, di sini lah tempatnya.

5) Sightseeing

Meskipun London mahal, semuanya diimbangi dengan banyanya tempat-tempat kece yang gratisan, terutama museum dan taman. Jadi kalau weekend lagi bokek tapi pengen refreshing, biasanya saya ngabsenin museum atau taman di London satu per satu.

Di antaranya (yang udah saya datangi):

British Museum - luaaaaaaas banget! Temen yang udah 3x ke sana juga bahkan belom khatam masukin semua ruangan di museum ini.



Natural Science Museum - my favorite!


Natural History Museum - sebelahan sama natural science, banyak fosil-fosil. Yang ikonik di sini sebenarnya kerangka dinosaurus super gede, tapi entah kenapa kemarin malah ga foto di sana karena terlalu rame.

Victoria and Albert Museum - seberangan sama Natural History Museum. Banyak lukisan-lukisan dan patung artsy.


Masih banyak lagi yang bagus dan belum didatangi misalnya The National Gallery, London Transport Museum, dan lainnya yang kalau di-list ga habis-habis.

Piknik di Hyde Park. Masa-masa masih bisa pake baju satu lapis :(

St. James's Park

Grosvenor Square, di dekat KBRI London

Naik bus ngelewatin Victoria Park

Regent's Canal, Mile End Park

Kensington Gardens

Dan taman-taman lain seperti Greenwich Park, Regent's Park, Holland Park, Horniman (bukan typo) Park, dan lainnya.

Kayaknya sementara segitu dulu dari saya tips berhemat di London. Semoga tips-tips di atas berguna untuk yang akan berkunjung ke sini.

Jadi, kapan ke London?

5 comments:

  1. Bagus2 banget pemandangannya Mir. Tipsnya juga kece! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Musim gugur memang fotogenic, Mbak :D

      Delete
  2. Mba Mira ada free music performance nya kah disana atau semacam street musician?

    ReplyDelete
  3. AKU CINTA TULISAN INI! Muah muah Mbak Mir muah muah!

    ReplyDelete

 
MIRA AFIANTI - TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS