Showing posts with label racauan. Show all posts
Showing posts with label racauan. Show all posts

Alms Giving Ceremony, Luang Prabang


Sebagai negara yang mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Buddha, salah satu hal yang menjadi daya tarik Laos adalah upacara pemberian sedekah (biasanya berupa makanan atau hadiah dalam bentuk lainnya) kepada biksu. Upacara ini sering disebut dengan Alms Giving Ceremony. Umumnya berlangsung di pagi buta, di saat-saat menuju terbitnya matahari. 

Di Vang Vieng, 2 hari berturut-turut kami melewatkan upacara ini dikarenakan susahnya untuk bangun pagi melawan gravitasi kasur yang lumayan posesif. Saat tiba di Luang Prabang kami langsung membulatkan tekad untuk bangun pagi demi menyaksikan tradisi yang sudah ada sejak dahulu kala ini.

wan·der·lust


wan·der·lust (w n d r-l st ). n. A very strong or irresistible impulse to travel.

I feel that the world's too big for my tiny steps. I want to be in the place that I've never been to. To meet new people, try something different, learn another lesson, taste different food, breathe different air, and create another story. I want to wake up in the new place, each days. 

I want to see the northern light in Iceland. I want to go to Machu Picchu. I want to go to Darjeeling Land. I want to greet a giraffe in Africa. I want to learn to make a Pizza in Italy. I want to go sailing to Komodo Island. I want to go to Paris to continue my study. I want more. And the more always lead to another more. 

But wherever I go, I'll always remember, that there's a warm place called home, the only place that I want to go after a long journey, the place where I'll share my story to the beloved while enjoying a cup of warm tea.

I Like Math, But I Dislike This.

"Gimana di sana? Ada yang aneh-aneh gak?"

Pertanyaan paling umum yang akan kamu dapatkan ketika kembali dari perjalanan umroh . Biasanya saya hanya menjawab "hmm. biasa aja hehe". Saya sendiri merasa agak aneh kalau membicarakan masalah agama. Biasanya lihat dulu siapa lawan bicaranya. Kalau kira-kira dekat dan orangnya terbuka dengan pendapat, baru deh saya cerita. Tapi fenomena yang satu ini, rasanya memang harus saya bagi di blog ini. Some might say, who do you think you are? So dare to talk about religion and stuff. But this is my thought afterall. Don't know whether it's wrong or right. But I just want to share.

".. Jika kita sholat di Masjid Nabawi, maka 1000 kali kita sholat di tempat lain, baru pahalanya sama. Beda lagi dengan Masjidil Haram, pahalanya bisa sampai 100.000 kali. Sholat Jenazah pahalanya sebesar Gunung Uhud. Jadi, jika ibu-ibu sholat jenazah di Masjid Nabawi, pahalanya 1000 Gunung Uhud. Subhanallah..."


Seorang mahasiswi Indonesia yang sedang menuntut ilmu agama di Mekkah yang hari itu menjadi guide rombongan saya saat ziarah ke makam Rasul menjelaskan dengan semangat sementara ibu-ibu mendengarkan dengan seksama. Saya saat itu lebih memilih mengedarkan pandangan menikmati suasana Masjid Nabawi. Terlepas dari dikotomi benar salahnya pernyataan tersebut, tetap saja ada yang janggal, ketika agama sudah menjadi perkalian matematis. Saya juga jadi mikir, kalau begitu caranya gampang dong. Para koruptor kan duitnya banyak tuh, bisa dong bolak-balik ke tanah suci buat sholat di dua tempat itu. Sebanyak-banyaknya hingga pahalanya yang berkali-kali lipat itu menghapuskan dosa-dosanya? Maka hasilkanlah uang yang banyak, maka kamu akan selamat dunia akhirat.

Beberapa saat kemudian Mama saya berkata kira-kira begini.
"Kalau ada yang ngomong kayak gitu, aku sih lebih milih diam aja. Orang ya beda-beda kepercayaannya. Cuma aneh aja kok agama jadi hitungan matematika gitu yah."
"Orang-orang banyak yang bolak balik ke sini karena iming-iming itu. Kalau aku suka ke sini ya karena suka aja. That's it"

Mom, If you read this post (which I'm absolutely sure you will - hahaha). I want to say that you're so awesome. I thought that you are same with other ibu-ibu yang peduli sama hal-hal begituan.

Masjid Nabawi sangat ramai saat itu. Ribuan orang rela antri berlama-lama untuk sekedar berziarah ke makam rasul, sholat dan berdoa di Rawdatul Jannah - taman surga, yang konon menurut penjelasan sang guide bisa mengabulkan doamu - apa saja, insya Allah, katanya.


Di antara ribuan orang-orang yang berdesak-desakan di Rawdatul Jannah saat itu, yang terkadang rela sikut-sikutan dan adu kecepatan demi mendapat sedikit space untuk sholat, ada saya, yang memandangi kubah hijau tempat Rasul dimakamkan dengan perasaan haru yang tak terjelaskan.

Suatu Sore di Bis Kota

Tadi sore, setelah sekian lama akhirnya saya bersua dengan adik bungsu saya, si Pojan. Walaupun sama-sama berdomisili di ibukota (bohong padahal, satunya Cikarang, satunya Depok), ada saja alasan yang membuat pertemuan saya dan dia terhambat. Akhirnya tadi kami pun bersua di salah satu mall di bilangan ibukota. Pertemuan diisi dengan makan-makan lucu lalu main ke toko buku. Tetapi entah kenapa tadi itu saya merasa lelah dan mengantuk sekali, sehingga tak lama kemudian saya memutuskan untuk pulang selain karena lelah juga karena mall tersebut makin lama terasa makin tidak menyenangkan. Yang ada di dalam pikiran saya: oke, asik nih naik bis ke Cikarang, duduk manis sambil baca The Catcher in The Rye (yang tadi saya beli dengan sangat impulsif di situasi yang sebenarnya harus ngirit) ditambah alunan Spangle call Lilli Line.

Setelah menunggu lumayan lama, akhirnya bis AC 121 itu datang juga, dan begitu naik, ternyata di dalam sudah penuh sesak dengan orang. Saya agak menyesal kenapa tadi tidak langsung naik dari terminal. Dan impian saya pun buyar sudah. Saya terpaksa berdiri dengan puluhan orang lainnya dan sepertinya akan terus begitu hingga sampai di tujuan. Tak henti-hentinya saya misuh-misuh di dalam hati karena harus berdiri lama dan juga karena satu dan lain hal.

Adalah seorang lelaki yang berdiri di sebelah saya. Lelaki tersebut sedang berbicara menggunakan ponselnya, lewat percakapan yang tidak sengaja saya curi dengar, sepertinya dengan temannya.

"Iyalah bro, cuma lo temen gue yang paling baik, yang dukung gue terus"
"Ya gue ga mau ngerepotin emak bapak gue lagi bro, ngga enak gue.."
"Haha nanti gue kabarin deh bro kalo gue udah nyampe, lo mau oleh-oleh apa sih dari kampung?"
"Udah ah bro, gue diliatin orang-orang dikirain ngomong sendiri. Udah dulu ya.. Tos dulu sih.."

Percakapan yang agak 'romantis' itu membuat saya tersenyum. Sederhana, tapi lumayan mengena.

Tak lama saya mengirimkan pesan ke si Pojan
"Berdiri dari Jakarta sampai Cikarang itu sesuatu banget dech"

Ponsel saya berbunyi, balasan dari Pojan, singkat.
"Innallahama'a shabirin"

Pegal-pegal di kaki langsung hilang. Beban saya terasa lebih ringan. Ditambah balasan dari seorang teman atas sebuah keluh kesah yang saya kirimkan sebelumnya.
"You'll make it through. Just appreciate yourself. Cheer up, mir!"

what I should remember:

well maybe we are, the human, are born with basic characteristic: hardly got satisfied with everything. when we got less money, we want more. when we got more, we want much more and more and more. and so am I, naturally born as human, got that kind of characteristic too.

now, I'm working at one of the biggest electronics company in the world. most of people said that It's so damn cool, and I'm so lucky. but to be honest, I'm not satisfied at all (well, at first). I want more prestigious job, and I can't stop comparing my job with other's. foolish me.

and as the newcomer in the company, I barely got any fix job given. so my job is just to learn and learn by myself, but most of time I found myself just sitting and doing nothing in front of computer. and I can't keep myself to complain. complain that all of this thing is useless, that this is wasting my time, and whining 'oh my God, I'm so bored I could die'.

and one day, there was that man, who I saw when I was on my way to bandung, that can change my point of view. that poor man were sitting on the side of the road. he sold something called korean-glue for just IDR.5000. that man with his tired face were just sit and wait. many people passed but no one gave any attention to him and his korean-glue.

it kept me thinking about how ungrateful I was. it's so ironic, between me and that man. we both working for korean product. but I'm sure I got so much more money compared to him. I still can get my salary even I'm doing nothing at work. how could I dare to be so ungrateful like that while there still a lot of people who are less-fortunate? how could I be so ungrateful like that while I got the good job at the big company when others fight their ass off to get the job? silly me.

note to myself: I should be grateful for all that I've got. and I should keep my eyes open and help others.

now I'm getting more comfortable with this job. I got lot of new friends, and sure getting more knowledge. and I've got my first big project done. :P

but still, being grown up is more complicated than what I've thought before.

28 days


time flies really fast! 28 days more. and still, i don't know what to do to solve this problem. this head is going to explode. and yes, i can't stop procrastinating! i'm sick of all this. i'm getting tired of this computer, hundreds line of codes, and those papers - i wanna get rid all of them soon. but hey, do you think this trashy post will help you to solve your problem? oh come on, wake up and think harder, you lazy dumb ass!

sepatu tuan frank.

tuan frank mempunyai sepasang sepatu antik yang terbuat dari kulit domba. sepatu itu terlihat menarik dan sangat nyaman sekali di kaki. dengan ukiran khas pada bagian tapaknya.
tuan frank sangat menyayangi sepatu itu. dia selalu memakai sepatu antik itu ketika bepergian. dia juga selalu mencuci dan merawat sepatunya seorang diri, tidak seorang pun ia izinkan menyentuh sepatu tersebut.

tuan frank berkerja sebagai pemetik buah. ia berkerja dari pagi hingga menjelang sore di kebun-kebun buah milik penduduk desa. kebetulan desa tersebut terkenal sebagai penghasil apel. kebun-kebun apel tersebar luas di desa tersebut dengan pohonnya yang rimbun dan tinggi menjulang. tuan frank berkerja dengan sangat cekatan. dalam satu hari ia bisa memetik habis seluruh apel di 5 kebun sekaligus. ternyata rahasianya terletak pada sepatu kesayangannya. dengan sepatu tersebut tuan frank bisa melompat tinggi sehingga tidak perlu repot memanjat pohon yang tinggi. ternyata sepatu tersebut adalah sepatu ajaib! tuan frank mendapatkannya dari seorang penyihir yang tinggal di kaki bukit atas kebaikannya menampung penyihir tersebut bermalam di rumahnya.

edith, seorang gadis kecil yang tinggal di sebelah rumah tuan frank sangat terkagum-kagum dengan sepatu ajaib itu.
"bolehkah aku meminjamnya sebentar tuan frank? aku ingin mengambil layangan yang sudah lama tersangkut di atap rumahku," pintanya.
"tidak edith, dirimu masih kecil untuk memakai sepatu ini," tolak tuan frank.

di lain hari edith memohon kembali
"tuan frank, bisakah dirimu menyentuh awan-awan yang seperti kapas itu?"
"tentu saja bisa edith, sepatuku ini bisa membawaku hingga lapisan langit ke tujuh!" jawabnya.
"bolehkah aku meminjamnya sebentar? aku selalu penasaran ingin merasakan lembutnya awan-awan itu, tuan frank," pintanya lagi dengan nada memelas.
"sayang sekali aku hendak pergi berkerja edith," tuan frank lalu bergegas pergi dari rumahnya.

suatu hari di musim panas, setelah selesai berkerja tuan frank beristirahat di pinggir sungai kecil di dekat kebun nyonya molly sambil memakan bekal makan siangnya.
"air sungai ini segar sekali. tidak ada salahnya jika aku mandi sebentar menyegarkan badan. panas sekali udaranya aku hampir meleleh!" pikirnya.
tuan frank pun segera melepaskan pakaiannya lalu meletakkannya di bawah pohon di dekat sungai. namun malang sekali ternyata ada pencuri yang kebetulan lewat dan mengambil seluruh barang-barang milik tuan frank.

tuan frank sedih sekali mendapati tidak ada satupun barangnya yang tersisa. termasuk sepatu ajaib itu pun hilang juga. sekarang ia menjalani pekerjaannya tanpa sepatu itu dengan sangat susah payah. penghasilannya pun mengurang secara drastis.
"ahh. seandainya sepatu ajaibku itu kembali lagi, yah walaupun sedikit mustahil, tetapi jika sepatu itu benar-benar kembali lagi, aku akan meminjamkannya ke edith. PASTI!" pikirnya.

berita hilangnya sepatu ajaib tuan frank sudah menyebar ke seluruh desa. edith juga turut sedih mendengar berita tersebut.

suatu hari, edith ikut dengan ibunya menuju pekan, semacam pasar yang hanya diadakan seminggu sekali di desanya. saat ibunya sedang membeli sayur mayur, edith iseng melihat-lihat barang loak yang dijajakan di sebelah tukang sayur. edith terkejut sekali mendapati sepatu tuan frank berada di antara barang-barang loak yang dijajakan. dengan penuh rasa tidak percaya edith mengambil sepatu tersebut dan memperhatikan dengan seksama. ya, benar itu sepatu ajaib tuan frank, dengan ukiran khas pada tapaknya.

edith pun menawar sepatu tersebut. ia hanya membawa 3 koin emas hasil dari tabungannya yang tadinya hendak dibelikan boneka. harga sepatu tersebut 5 koin emas. setelah bersikeras menawar, penjual barang loak tersebut setuju dengan harga 4 koin emas, edith pun memberitahu ibunya yang dengan senang hati menolong memberikan tambahan 1 koin emas agar tuan frank dapat berkerja seperti biasa.

tuan frank senang bukan main mendapati sepatu ajaib kesayangannya kembali. tuan frank segera memakai sepatu tersebut lalu melompat menuju atap rumah edith dan membawakan layang-layang yang sudah lama tersangkut disana. tuan frank juga melompat menuju langit dan membawakan edith segumpal awan yang lembut sekali. edith senang bukan main, ia pun segera pulang membawa segumpal awan dan layang-layang dengan senyum yang mengembang.

tuan frank segera membawa sepatu itu masuk kedalam rumahnya, lalu menyimpannya di lemari dan di kunci dengan aman. tuan frank lupa akan janjinya untuk membiarkan edith meminjam sepatu tersebut bila sepatu itu kembali padanya.

yah, begitulah sifat jelek manusia. mudah berjanji dan lebih mudah lagi untuk mengingkarinya. apakah kamu begitu? semoga tidak ya, karena janji akan membuat orang lain berekspektasi.

halo juli!

wah tak terasa sudah pertengahan bulan juli, dan terakhir kali saya menulis di blog ini adalah akhir juni. berikut peristiwa-peristiwa di bulan juli:

pindah kosan.



melelahkan tapi sangat menyenangkan. saya cinta kamar baru!


kerja praktek (kp)

saya bareng nindy dan juga sendy kerja praktek di Bandara Husein Sastranegara. kece ya? kece dong. apalagi setiap ngantor kami pasti ngelewatin runway (landasan pesawat) dan pemandangannya oke sekali. kerennya lagi di ruangan tempat kami bekerja itu ada mesin mesin besar yang gunanya untuk mengatur seluruh navigasi lalu lintas udara. jadiii kalau mau usil klak klik mesin-mesin itu kebayang deh kaya apa akibatnya.



oke awal-awalnya shock ngebayangin bakal berkutat sama mesin-mesin itu sebulan penuh. tapi ternyata tidak sodara sodara! soalnya ternyata kerjaannya take home disuruh bikin aplikasi. jadi cuma beberapa kali saja ke kantor ngelaporin progress.

bulan juli biasanya identik dengan pulang kampung ke medan sebulan penuhh dan liburan-liburan yang menyenangkan. walaupun bulan juli 2010 ini sangat jauh berbeda dari bulan juli yang lain karena kosan yang hanya saya sendiri yang menghuni di lantai dua, kampus yang sepi sekali, foto-foto liburan orang-orang bertaburan di facebook (God, i hate news feed) sementara saya hanya diam dikosan, tapi ternyata dia cukup menyenangkan kok. :)
dear, alien.

jangan culik aku disaat ujian begini dong. kamu ga tau apa buku kuning super tebal itu belum aku sentuh sedikitpun. aku janji bakal rajin memberimu makanan dan vitamin. cepat pergi ya alien.

holiday.


liburan akhirnya tiba! dan saya juga sudah tiba di medan sejak hari rabu yang lalu. sayangnya liburan yang lumayan panjang ini kelihatannya belum terlalu bermakna karena saya masih belum menemukan aktivitas yang mengasyikkan. sejauh ini hanya tidur-makan-nonton tv-ngenet ga jelas-buka kursus main rubiks buat si pojan.

yang paling seru adalah waktu main ke rumah dea setelah berabad-abad ga ketemu padahal sama-sama di bandung. kita menggosip hahahihi sampe cape lalu foto-foto ga jelas ketika menyadari cahaya dikamar dea oke juga. hahahaha.






saya harus cari cara nih supaya liburan jadi keren dan menggembirakan. rencana-rencana yang terlintas adalah:
1. foto-foto sebanyak mungkin agar liburan ini produktif dan menghasilkan banyak foto untuk stok di masa depan (apadeh).
2. mencari teman-teman lama. saya dan dea kemarin bingung ingin berkunjung kerumah orang tapi siapa. hahaha mendadak semuanya hilang!
3. motret neysa saulina.
4. main ke rumah Tjong Api, rumah tua punya saudagar cina gitu. harus jadi pokoknya.
5. mantaiii. ingin sekali ke pantai tapi pantai disini bapuk. yang bagusan ada di sabang dan itu super duper jauh
6. mencari uang dengan motret2 yang ternyata disini ntah kenapa dihargai mahal sekali. sangat lumayan!
7. membuat diary keseharian kucing saya. kemaren iseng motret2 eh ternyata tingkahnya aneh2. hahahaha

lirikan matamuuu

itu aja semoga semuanya terwujud amin! postingan yang sungguh tidak penting sekali. hahahaha


Tick.. Tock.. Tick.. Tock..



Waktu berjalan cepat sekali ya. Baru saja rasanya memejamkan mata untuk segera pergi ke alam mimpi di mana ada pohon apel yang tumbuh di venus, eh tiba-tiba saja sudah terang kembali. Pergi ke kampus memulai aktifitas, tiba-tiba hari sudah gelap lagi. Apalagi di saat-saat di penghujung semester seperti ini di mana mahasiswa-mahasiswa seperti saya dibantai tugas-tugas yang sangat banyakk, waktu terasa berlari kencang sekali sampai kita ngos-ngosan untuk ikut berlari mengejarnya.

Contohnya kemarin. Pergi kuliah seperti biasa di pagi hari, selang-seling kuliah-pulang ke kosan hingga maghrib tiba. Sampai di kosan makan, sholat, mandi, lalu harus pergi lagi ke kosan teman untuk mengerjakan tugas yang ampun-ampunan dehh yang dari awal semester memang udah membunuh pelan-pelan di setiap akhir pekan karena deadline pengumpulannya pasti hari sabtu malam. Masih lama sih sebenarnya, tapi berhubung hari jumat itu lebaran, jadi tugas sebisa mungkin dikebut dulu. Dari jam 8 malam, kami ber-4 mencoba mengerjakan tugas itu. Diselingi ngemil-ngemil, haha hihihi, nonton TV, menggosip, dan tidur-tidur ayam eh tiba-tiba udah pagi aja. Kita sahur bareng untuk puasa Arafah, lalu jam setengah 6 saya memutuskan untuk pulang karena jam 9 ada kuliah.

Saya sempat tidur sekitar satu jam-an sampai akhirnya bangun lalu bersiap-siap. Padahal bisa saja saya skip kuliah itu lalu melanjutkan mimpi, toh absen saya masih 0 (anak rajin) haha. Tapi karena materinya susahh jadi saya memutuskan untuk kuliah dengan kepala berat dan mata sipit. Saya pergi sendirian karena uwie yang saya gedor-gedor pintu kamarnya tidak kunjung bangun juga. Sampai di kampus ternyata Nindy tidak datang juga karena masih tepar karena ngerjain tugas kemarin.

Kuliah yang ini agak unik sistemnya. Karena si dosen pasti mengacak sebuah nomor lalu menyuruh mahasiswa dengan nomor absen itu untuk maju dan menerangkan materi. Tujuannya sih biar semuanya baca di rumah. Ketika nomor diacak, terpilihlah saya. Oh my God, pantesan feeling agak-agak ngga enak tadi pas masuk kelas. Majulah saya, dengan penuh kebingungan, menerangkan tentang Precedence Graph. Berhubung saya sama sekali nge-blank, jadilah saya cuma mentraslatekan slide yang berbahasa inggris itu, lalu mencorat-coret di depan. Dan berhubung banyak hal yang tidak bisa saya jelaskan, jadilah saya menjadi pajangan didepan kelas selama 20 menit sementara teman-teman saya yang gemilang mengemukakan ide-ide mereka.

Saya pulang jam 11, tidur sampai jam 2, kuliah lagii daaan tidak ada dosen. Indah sekali hari ini.

Ingin rasanya saya mengajukan proposal ke Tuhan minta waktu tambahan. Sehari kalau bisa jangan cuma 24 jam. Minimal 30 jam lahh, jadi ada waktu untuk hura-hura, bersenang-senang, dan bergembiraria. :D